Kabupaten dan Kota di Indonesia Akan Terapkan Pelayanan Kesehatan Tradisional
Tribun Medan - Sabtu, 16 Juni 2012 12:57 WIB
Laporan wartawan Tribun Medan / Irfan Azmi Silalahi
TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Kementrian Kesehatan Republik Indonesia sedang menyusun rencana strategis di mana sampai 2014 nanti, setiap kabupaten kota di Indonesia harus mempunyai program pelayanan kesehatan tradisional baik untuk tingkat puskesmas dan RS.
Hal tadi disampaikan Direktur Bina Pelayanan Kesehatan Tradisional Alternatif dan Komplementer (Tradkom) Kementrian Kesehatan RI, Dr Abidinsyah Siregar di sela-sela Simposium Nasional Herbal Medik, Penerapan Complementary Alternatif Medicine (CAM), Herbal Medic dan Akupuntur Dalam Pelayanan Kesehatan bertempat di lantai lima RS Pirngadi, Medan, Sabtu (16/6/2012).
Selain itu, Abidin juga menjelaskan dua puskesmas di setiap kabupaten kota di Indonesia harus sudah menerapkan hal tersebut. Di mana pihaknya mencatat hingga Juni 2012 sudah ada 200 Puskesmas yang menjalankan program tadi dan 20 RS dari target 70 RS yang sama, yaitu mengabungkan pelayanan kesehatan modern dengan pelayanan kesehatan tradisional.
"Dalam hal pelayanan kesehatan tradisional dan bahan baku, saya pikir Indonesia bukan hanya berperan dalam hal itu tetapi bisa berkontribusi pada tingkat dunia. Indonesia tercatat ketersediaan bahan tradisionalnya terbesar di dunia mengalahkan Brasil dan Angola," ujarnya.(Irf/tribun-medan.com)
TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Kementrian Kesehatan Republik Indonesia sedang menyusun rencana strategis di mana sampai 2014 nanti, setiap kabupaten kota di Indonesia harus mempunyai program pelayanan kesehatan tradisional baik untuk tingkat puskesmas dan RS.
Hal tadi disampaikan Direktur Bina Pelayanan Kesehatan Tradisional Alternatif dan Komplementer (Tradkom) Kementrian Kesehatan RI, Dr Abidinsyah Siregar di sela-sela Simposium Nasional Herbal Medik, Penerapan Complementary Alternatif Medicine (CAM), Herbal Medic dan Akupuntur Dalam Pelayanan Kesehatan bertempat di lantai lima RS Pirngadi, Medan, Sabtu (16/6/2012).
Selain itu, Abidin juga menjelaskan dua puskesmas di setiap kabupaten kota di Indonesia harus sudah menerapkan hal tersebut. Di mana pihaknya mencatat hingga Juni 2012 sudah ada 200 Puskesmas yang menjalankan program tadi dan 20 RS dari target 70 RS yang sama, yaitu mengabungkan pelayanan kesehatan modern dengan pelayanan kesehatan tradisional.
"Dalam hal pelayanan kesehatan tradisional dan bahan baku, saya pikir Indonesia bukan hanya berperan dalam hal itu tetapi bisa berkontribusi pada tingkat dunia. Indonesia tercatat ketersediaan bahan tradisionalnya terbesar di dunia mengalahkan Brasil dan Angola," ujarnya.(Irf/tribun-medan.com)
Penulis : Irfan Azmi Silalahi
Editor : Wiwi Deriana
Sumber : Tribun Medan
Bergabunglah dengan Tribun Medan Fans Page untuk update berita Medan da Sekitarnya.
Follow twitter kami di @tribunmedan untuk mengakses berita melalui twitter.
Download Tribun Medan Blackberry Launcher untuk memudahkan anda mengakses berita melalui perangkat blackberry.