Capoeira pun Digemari Cewek-cewek di Medan
Perpaduan seni musik dan tari menghasilkan pertunjukan menawan den
Editor:
Muhammad Tazli
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Perpaduan seni musik dan tari menghasilkan pertunjukan menawan dengan
beragam kemasan. Apalagi jika kedua kesenian tersebut dilengkapi unsur beladiri,
maka terciptalah sebuah bidang olahraga seni beladiri menarik, seperti apa yang
ditampilkan dalam budaya dan olahraga Capoeria.
Seni beladiri ini berasal dari negara bagian Amerika Selatan, tepatnya di
Brasil. Namun, Capoeira sudah merambah ke Indonesia, tak terkecuali Medan. Misalnya,
Ginga
Firme Capoeira (GFC) Sumatera Utara telah
ada sejak 21 Juli 2008, sebagai grup cabang
Asosiasi Ginga Firme Capoeira di Indonesia.
Di
Medan, Capoeira telah menarik
banyak minat anak muda. Wajah-wajah
pecinta kegiatan ini, tak lagi didominasi kaum adam, tapi juga telah menarik perhatian
perempuan. Di ranting GFC Sumut di SMKN 1 Medan misalnya. Mayoritas Capoeiristanya (sebutan pemain Capoeria)
adalah perempuan.
Mereka menganggap gerakan-gerakan dalam
Capoeira tidaklah berbahaya, namun mempunyai gerakan khas yang sangat
fleksibel. Gerakan tersebut dapat dilihat dari beberapa macam tendangan dan
menonjolkan kelentukan tubuh, akrobasi
yang ada di dalam gerakan capoeira tersebut.
“Capoeira
merupakan seni beladiri yang digunakan untuk membela diri dan pertahanan, bukan
menyerang, sehingga ini sangat berguna bagi kaum perempuan untuk perlin dungan diri,” kata Fachrial Daniel, sekretaris
GFC Sumut, beberapa waktu lalu.
Capoeira
memiliki gerakan yang tidak monoton pada
gerakan itu saja, bagaikan keindahan tarian dan bela diri, banyak pihak mengatakan, Capoeira
menjadi seni bela diri yang paling indah di dalam sejarah manusia. Inilah yang
membuat olahraga ini dipandang unik.
Fachrial menuturkan, Capoeira juga
memberikan banyak nilai positif bagi Capoeirista, karena
Capoeira termasuk dalam olaharga dan seni yang gabungan
bela diri, seni musik juga tarian, sehingga melalui
Capoeira kita dapat belajar kebudayaan, bahasa dan musik.