Ditutup, Eks Karyawan PT MMC Kehilangan Pekerjaan
Pasca penutupan perusahan pembudidaya mutiara dan ikan kerapu, PT Morotai Marine Culture (MMC)
Tresya (37) misalnya, mengaku tidak bisa melanjutkan anaknya ke jenjang perguruan tinggi karena tidak ada biaya. "Jujur saya, Pak, setelah perusahan ini tutup kitorang (kami) sudah tidak ada pendapatan lagi. Saya punya anak lulus SMA ini mau lanjut kuliah tapi tidak ada duit lagi," ujarnya, Sabtu (16/6/2012).
Senada dengannya, Sumiyati (36) juga mengakui hal yang sama. "Kalau perusahan masih ada tiap bulan kita bisa dapat gaji. Sekarang, uang seribu saja susah kita dapat," akunya.
Kedua ibu ini mengaku menjadi karyawan PT MMC sejak dua tahun lalu. Sebelumnya, kedua ibu ini hanya ibu rumah tangga. Suami mereka pun bekerja hanya sebagai petani kelapa.
"Kita hanya berharap penghasilan dari kelapa. Itupun tiap tiga bulan baru bisa dapat duit. Setelah jadi karyawan di MMC, kita tiap bulan dapat gaji," cerita Tresya.
Ibu empat anak ini juga mengaku menjadi karyawan PT MMC tidak ribet. Banyak karyawan yang hanya bermodal ijasah SD, bisa diterima sebagai karyawan. Bayangkan saja kata dia, rekrutmen karyawan PT MMC tidak terlalu memandang latar belakang pendidikan. Yang penting bisa membersihkan kerang mutiara sudah bisa jadi modal bagi warga untuk bisa jadi karyawan PT MMC.
"Waktu mereka (Pemda) tutup perusahan mereka janji akan kasih hadir perusahan lagi. Cuma sampai sekarang belum ada. Yang kita takut jangan sampai perusahan lain tidak bisa terima karena ijasah kami hanya SD. Kalau di MMC, pake ijasah SD juga bisa," keluh Tresya.
Kedua ibu ini mengaku banyak karyawan yang berharap Pemkab Pulau Morotai dapat membatalkan penutupan PT MMC dan melanjutkan lagi ijin operasional PT MMC. "Harapan kami cuma itu, semoga bisa lanjut lagi dan kita bisa kerja lagi. Karena kalau tidak, siapa yang perhatikan hidup kami," harap Tresya.
