Rupiah Bisa Terdongkrak Yunani dan Amerika Serikat
Tribun Medan - Senin, 18 Juni 2012 09:44 WIB
TRIBUN-MEDAN.COM, JAKARTA - Pekan lalu rupiah bergerak dengan kecenderungan menguat pada kisaran 9.379 - 9.465 per dollar AS. Keputusan bertahannya BI Rate disinyalir telah diantisipasi pelaku pasar hingga pergerakan rupiah tidak terlalu bergejolak.
Analis BNI Treasury, Apressyanti Senthaury, memperkirakan pekan ini rupiah dengan kecenderungan konsolidasi hingga menguat. Antisipasi pasar terkait Pemilu Yunani mensinyalkan terbatasinya hampir semua pergerakan mata uang, termasuk rupiah. Kemenangan partai pendukung dana talangan tentu menjadi sentiment positif.
Sementara itu, tren kenaikan imbal hasil obligasi Spanyol dan Italia memunculkan isyarat buramnya ekonomi Eropa di tengah bayang-bayang kompleksnya permasalahan krisis utang blok 17 negara Eropa. Peluang menjalarnya persoalan krisis utang ke zona Euro lainnya tetap menambah berat langkah high-yield assets.
Meskipun demikian, membuncahnya pesimisme pasar terhadap perekonomian global berbarengan dengan prediksi memburuknya data-data ekonomi Amerika Serikat ke depan. Hal ini pun membuka peluang melemahnya dollar AS hingga mengindikasikan penguatan valuta Garuda. Di sisi lain, rencana lelang Surat Utang Negara berjumlah indikatif senilai Rp. 5 triliun pada Selasa depan (19/6/2012) juga mengisyaratkan dukungan positif buat pergerakan mata uang Garuda.
Adapun seri SUN yang ditawarkan sebanyak 5 seri (2 seri SPN & 3 seri FR). Terlebih, apabila The Fed benar-benar monetary easing policy-nya lebih lanjut melalui quantitative easing ketiga.
Analis BNI Treasury, Apressyanti Senthaury, memperkirakan pekan ini rupiah dengan kecenderungan konsolidasi hingga menguat. Antisipasi pasar terkait Pemilu Yunani mensinyalkan terbatasinya hampir semua pergerakan mata uang, termasuk rupiah. Kemenangan partai pendukung dana talangan tentu menjadi sentiment positif.
Sementara itu, tren kenaikan imbal hasil obligasi Spanyol dan Italia memunculkan isyarat buramnya ekonomi Eropa di tengah bayang-bayang kompleksnya permasalahan krisis utang blok 17 negara Eropa. Peluang menjalarnya persoalan krisis utang ke zona Euro lainnya tetap menambah berat langkah high-yield assets.
Meskipun demikian, membuncahnya pesimisme pasar terhadap perekonomian global berbarengan dengan prediksi memburuknya data-data ekonomi Amerika Serikat ke depan. Hal ini pun membuka peluang melemahnya dollar AS hingga mengindikasikan penguatan valuta Garuda. Di sisi lain, rencana lelang Surat Utang Negara berjumlah indikatif senilai Rp. 5 triliun pada Selasa depan (19/6/2012) juga mengisyaratkan dukungan positif buat pergerakan mata uang Garuda.
Adapun seri SUN yang ditawarkan sebanyak 5 seri (2 seri SPN & 3 seri FR). Terlebih, apabila The Fed benar-benar monetary easing policy-nya lebih lanjut melalui quantitative easing ketiga.
Editor : Wiwi Deriana
Sumber : Kompas.com
Bergabunglah dengan Tribun Medan Fans Page untuk update berita Medan da Sekitarnya.
Follow twitter kami di @tribunmedan untuk mengakses berita melalui twitter.
Download Tribun Medan Blackberry Launcher untuk memudahkan anda mengakses berita melalui perangkat blackberry.