Ceko, Bangkit Berkat Tamparan Keras Rusia

Pelatih Ceko Michal Bilek sempat mensyukuri kekalahan 1-2 yang dialami timnya dalam uji coba melawan Hongaria

Tayang:
Ceko, Bangkit Berkat Tamparan Keras Rusia - CEKO.jpg
AFP PHOTO/ DANIEL MIHAILESCU
Pelatih tim nasional Ceko, Michal Bilek (kiri) berbicara dengan Petr Jiracek (kanan) dalam sesi latihan di Stadion Municipal di Wroclaw, Senin (18/6/2012). Ceko akan berhadapan dengan Portugal di babak perempat final, Kamis (21/6/2012), di Warsawa.
TRIBUN-MEDAN.com - Pelatih Ceko Michal Bilek sempat mensyukuri kekalahan 1-2 yang dialami timnya dalam uji coba melawan Hongaria sebelum putaran final Piala Eropa. Ia berkilah, hasil itu pelajaran penting sebelum terjun di kejuaraan yang sebenarnya.

Namun, perubahan taktik yang dilakukan Bilek tak banyak menolong Ceko saat dipermalukan Rusia, 1-4, dalam laga pembuka Grup A. Kekalahan sepekan menjelang Piala Eropa itu rupanya masih memengaruhi mental Petr Cech dan kawan-kawan yang tampil loyo ketika bersua Rusia.

Nah, tamparan keras dari tim asuhan Dick Advocaat itulah yang justru menjadi momentum kebangkitan Ceko. Meskipun komposisi pemain tetap sama, Bilek mengubah cara bermain Ceko saat melawan Yunani di laga kedua. Mereka tampil lebih pragmatis dan mengandalkan serangan balik cepat lewat Petr Jiracek dan Vaclav Pilar.

Kedua pemain itu membawa Ceko unggul 2-1 atas Yunani yang memiliki penguasaan bola lebih banyak (56 persen). Strategi itu kembali diterapkan dalam laga terakhir melawan tuan rumah Polandia.

Dukungan sekitar 50.000 penonton di Stadion Wroclaw justru membuat Polandia tampil gugup. Gol semata wayang Jiracek di menit ke-72 akhirnya membawa Ceko lolos ke babak perempat final sebagai juara grup.

Hasil ini memperbaiki pencapaian Ceko yang pada Piala Eropa sebelumnya kandas di babak grup. Kala itu, Ceko hanya menempati peringkat ketiga grup, kalah bersaing dengan Portugal dan Turki.

Ceko pun berkesempatan membalas dendam terhadap Portugal yang menjadi lawan di babak delapan besar nanti. Petr Cech optimistis timnya mampu mengejutkan Portugal yang diperkuat sejumlah pemain elite dunia. Grafik penampilan yang terus menanjak dalam dua laga terakhir menjadi modal positif untuk melawan Portugal.

”Kami tak perlu minder karena Portugal tidak lebih superior dibandingkan kami,” ujar Cech kepada Associated Press. Keyakinan itu bukan tanpa sebab mengingat kedua tim memiliki rekor pertemuan yang seimbang. Sepanjang sejarah, baik Ceko maupun Portugal, saling mengalahkan dalam dua kali pertemuan.

Ceko unggul 1-0 di babak perempat final Piala Eropa 1996 lewat gol indah Karel Poborsky. Portugal membalas dengan menang 3-1 di babak penyisihan grup Piala Eropa 2008 melalui gol-gol Deco, Cristiano Ronaldo, dan Ricardo Quaresma.

Meski demikian, Cech menilai Portugal tetaplah menjadi salah satu favorit. Apalagi, pemain termahal di dunia, Cristiano Ronaldo, kembali tajam setelah memborong dua gol kemenangan 2-1 atas Belanda di laga pamungkas Grup B.

Ceko memang harus waspada. Mereka harus bertempur melawan Portugal tanpa diperkuat Tomas Rosicky. Manajer Tim Ceko Vladimir Smicer memastikan, radang tendon bagian belakang tungkai bawah kaki sang kapten belum sembuh.

”Ia (Rosicky) hanya berlatih ringan di sepeda statis selama sepekan terakhir. Kondisinya tak mungkin siap saat melawan Portugal,” kata Smicer, seperti dikutip dari Agence France-Presse.

Bilek harus menemukan solusi jitu tanpa Rosicky yang selama ini menjadi dirigen permainan tim. Salah satunya adalah dengan memberikan kesempatan kepada Daniel Kolar. Gelandang serba bisa asal klub Viktoria Plzen itu tampil cukup solid saat melawan Polandia. (RIZ)

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved