Sushi Pedas dari Beras Lokal

MASAKAN Jepang kian bertebaran dan terjangkau harganya. Seperti di Restoran Sushi Naru Japanese Food & Asian Fusion

TRIBUN-MEDAN.com - MASAKAN Jepang kian bertebaran dan terjangkau harganya. Seperti di Restoran Sushi Naru Japanese Food & Asian Fusion, hanya dengan selembar Rp 50.000, Anda sudah dapat menyantap sushi volcano roll. Restoran yang terletak di Ruko Paramount Centre B No 15, Jalan Raya Kelapa Dua, Gading Serpong, Tangerang, ini bukan hanya menyediakan beragam sushi dan makanan Jepang lainnya dengan harga murah, tapi juga menawarkan kelezatan di setiap masakannya dari Negeri Sakura itu.

Ketika masuk melalui pintu kaca, Restoran Sushi Naru dipenuhi furnitur cokelat gelap seragam yang tertata rapi. Di atas meja sudah tersedia piring, sumpit, shoyu alias kecap asin, mangkuk shoyu, dan bubuk cabai. Ruangan berpendingin buatan itu bisa menampung sekitar 28-35 pengunjung.

Iringan musik yang menemani pengunjung, mengantarkan saya memilih tempat duduk di restoran itu. Baru saja duduk, saya sudah ingin berlama-lama di Sushi Naru. "Sushi Naru lebih fokus pada kalangan medium low. Kita ingin menyediakan sushi yang terjangkau, namun tidak mengabaikan segi kualitasnya," ucap pemilik Sushi Naru, Tinus Thepadjaya, kepada Warta Kota, belum lama ini.

Tinus menjelaskan kalau bisnis kuliner Jepang-nya itu sudah dibuka sejak Februari 2010. Dia mendapat inspirasi dari sang pacar, Alida, yang gemar memasak. Kini, Alida itu sudah menjadi istrinya. "Awalnya belum terpikir untuk ambil masakan Jepang, namun dalam pejalanannya akhirnya diputuskan restoran sushi dan kita buka di sini tahun 2010," kata pria yang rela melepas kariernya di Citibank demi bisnis kulinernya.

Sebelum menjalankan bisnisnya, Tinus sempat menggali ilmu pada seorang pengusaha yang juga seorang koki asal Jepang di kawasan Cikarang. Bertolak dari sana, dia mencoba memodifikasi konsep maupun bahan baku pengolahan sushi untuk diterapkan di restorannya.

"Jelas enggak bisa kalau mengikuti apa yang dijalankan di sana. Segmentasi pasar mereka berbeda. Bahan yang digunakan di sana semuanya juga kelas satu, harga jadi mahal, satunya Rp 200.000-an. Makanya saya coba sesuaikan tapi tidak menghilangkan cita rasa dan kualitas aslinya namun tetap dapat diterima oleh lidah lokal juga," kata Tinus yang mempekerjakan dua karyawan.

Salah satu bentuk modifikasi hasil kreasinya, dia menggunakan beras lokal dalam pembuatan sushinya. Dia tetap menjaga kualitas kesegaran bahan baku masakannya. Misalnya, menjaga kesegaran ikan yang digunakan sebagai topping sushi.

Dua juga menjamin hidangannya bebas dari penyedap tiruan. Sedangkan untuk pewarna, Sushi Naru menggunakan sari buah. Seperti merah pada masakan, dia memakai ekstrak buah bit.

Di sela-sela perbincangan dengan Tinus Thepadjaya, Warta Kota memesan menu andalan Sushi Naru, volcano roll. Untuk menyegarkan tenggorokan, pilihan tertuju pada milk shake green tea.

Volcano roll berupa sushi gulung dengan isi unagi (belut), alpukat, dan kyuri (mentimun Jepang), yang digulung dengan nasi. Di atas sushi itu terdapat potongan salmon, keju, tobiko atau telur ikan, dan saus volcano spesial yang kekuningan. Remahan crunchy kemerahan ditaburkan di atas volcano roll yang membuat tampilan sushi itu menggugah selera. Sushi gulung itu dipotong delapan bagian ditata dalam satu barisan.

Saat saya menggigit sushi pertama, rasa nasinya terasa pulen meski menggunakan beras lokal. Meski agak berbeda dengan sushi yang dibuat dari beras impor Jepang, tapi volcano roll Sushi Naru tidak mengecewakan lidah saya.

Nasi dan segarnya kyuri menyergap lidah yang memberi nuansa kesegaran dalam mulut saya. Belum lagi rasa unagi (belut) yang gurih dan sedikit manis meningkahi kelezatan sushi itu. Eit, tunggu dulu. Masih ada yang terasa di lidah, salmon dan yang menjadi topping. Potongan salmon itu seperti meleleh di indera pengecap saya. Saus yang sedikit pedas itu menjadi perekat seluruh bahan volcano roll. Nikmat!

Usai menyantap volcano roll, saya menyeruput milk shake green tea. Minuman kehijauan dengan buih tebal berusaha menyegarkan tenggorokan saya. Sruputan pertama, rasa manis wajar dan tidak berlebihan, dengan sedikit presentasi rasa sepat khas teh hijau. Tapi, paduan susu, membuat sepat teh hijau lebih melembut.

Habiskan 160 liter beras

Menyantap hidangan di Sushi Naru tak perlu merogoh kantung terlalu dalam. Pasalnya, hampir semua makanan di restoran itu dibandrol di bawah harga Rp 50.000 per porsi. Volcano roll itu dipatok Rp 49.900 per porsi dan milk shake green tea Rp 18.900 per porsi.

Sushi Naru juga menyajikan, special naru chef's roll. Sushi roll dengan isian crab stick (stik kepiting) dilengkapi dengan kyuri, dan alpukat yang juga digulung bersama nasi. Lalu, diberi topping keju mozarella, salmon, dan juga tobiko yang bernuansa jingga.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved