Korupsi Pengadaan Al Quran Menyedihkan
Tribun Medan - Senin, 25 Juni 2012 09:18 WIB
TRIBUN-MEDAN.COM, BANDUNG - Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Din Syamsudin menilai, kasus dugaan korupsi proyek pengadaan Al Quran di Kementerian Agama merupakan hal sangat menyedihkan. Hal tersebut sekaligus juga memalukan karena menyangkut kitab suci umat Islam.
Jangan sampai terjadi lagi Kementerian Agama menjadi juara bertahan sebagai kementerian paling korup.
"Saya tersentak membaca itu (dugaan korupsi pengadaan Al Qur'an). Maka, perlu verifikasi apakah betul demikian. Tapi, mudah-mudahan itu tidak benar," kata Din Syamsudin seperti dikutip kompas.com, usai penutupan Tanwir Muhammadiyah 2012, di Bandung, Minggu (24/6/2012).
Pernyataan Indonesia Corruption Watch (ICW) beberapa waktu lalu, imbuh Din, mengenai adanya dugaan kasus korupsi pengadaan Al Quran, bisa kembali menempatkan Kementerian Agama sebagai kementerian terkorup.
"Jangan sampai terjadi lagi Kementerian Agama menjadi 'juara bertahan' sebagai kementerian paling korup. Ini memang memalukan, dan itu bukan menurut saya, tapi menurut ICW atau Lembaga Transparasi Indonesia menuturkan selama ini, Kemenag menjadi 'kementerian paling korup'," ujar Din.
Selengkapnya baca di www.tribun-medan.com/digital
Jangan sampai terjadi lagi Kementerian Agama menjadi juara bertahan sebagai kementerian paling korup.
"Saya tersentak membaca itu (dugaan korupsi pengadaan Al Qur'an). Maka, perlu verifikasi apakah betul demikian. Tapi, mudah-mudahan itu tidak benar," kata Din Syamsudin seperti dikutip kompas.com, usai penutupan Tanwir Muhammadiyah 2012, di Bandung, Minggu (24/6/2012).
Pernyataan Indonesia Corruption Watch (ICW) beberapa waktu lalu, imbuh Din, mengenai adanya dugaan kasus korupsi pengadaan Al Quran, bisa kembali menempatkan Kementerian Agama sebagai kementerian terkorup.
"Jangan sampai terjadi lagi Kementerian Agama menjadi 'juara bertahan' sebagai kementerian paling korup. Ini memang memalukan, dan itu bukan menurut saya, tapi menurut ICW atau Lembaga Transparasi Indonesia menuturkan selama ini, Kemenag menjadi 'kementerian paling korup'," ujar Din.
Selengkapnya baca di www.tribun-medan.com/digital
Editor : Wiwi Deriana
Sumber : Tribun Medan
Bergabunglah dengan Tribun Medan Fans Page untuk update berita Medan da Sekitarnya.
Follow twitter kami di @tribunmedan untuk mengakses berita melalui twitter.
Download Tribun Medan Blackberry Launcher untuk memudahkan anda mengakses berita melalui perangkat blackberry.
