Bus Tabrak Rumah
Supir dan Kernek Lari Usai Tabrakan
Elisa (22), wanita yang tinggal di rumah Jalan Ngumban Surbakti yang ditabrak bus Pembangunan Semesta (PS) No 139
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Elisa (22), wanita yang tinggal di rumah Jalan Ngumban Surbakti yang ditabrak bus Pembangunan Semesta (PS) No 139, bermonor Polisi BK 7098 DH, mengatakan saat kejadian berada di dalam rumah menjelaskan hal senada.
Katanya, saat keluar rumah supir dan kanet bus sudah meninggalkan lokasi. "Busnya tidak ada penumpang. Setiba keluar rumah kami lihat tidak ada lagi supir dan karnetnya," kata Elisa kepada www.tribun-medan.com di lokasi kejadian, Selasa (26/6).
Dikatakan Elisa, sekitar pukul 06.30 WIB pagi itu, pihak Lakalantas Polresta Medan pun tiba, beberapa yang mengaku manajemen bus pun hadir tetapi tidak mau memberi keterangan lebih rinci terkait kecelakaan ini.
"Keluarga kami mau penyelesaian ganti rugi segera dilakukan. Kalau tidak bus jangan diderek dulu kata keluarga," ujarnya.
Beberapa warga yang dimintai komentarnya pun mengaku serupa. Suara kuat yang disusul getaran mirip gempa membuat puluhan warga langsung keluar rumah dan melihat kejadian. Seorang bapak yang rumahnya berjarak 30 meter dari lokasi mengaku, kecepatan mobil diperkirakan 100 km per jam.
"Kuat kali suaranya. Rame keluar semua warga. Tidak mungkin dia pelan pasti kencang. Wong rumahnya di dekat simpang jadi hitung-hitungannya sangat sulit kalau pelan busnya bisa menabrak. Pasti kencang, buktinya di persimpangan jalan ada juga pembatas jalan yang hancur ditabrak," beber warga yang enggan disebutkan namanya.
(Irf/tribun-medan.com)
