Euro 2012
Nasihat Prandelli untuk Balotelli
Pelatih tim nasional Italia, Cesare Prandelli, bersikap layaknya seorang
TRIBUN-MEDAN.com, KIEV - Pelatih tim nasional Italia, Cesare Prandelli, bersikap layaknya seorang ayah setelah timnya digulung 0-4 oleh juara bertahan Eropa, Spanyol, dalam laga final Piala Eropa 2012 di Stadion Olympic, Kiev, Minggu (1/7/2012). Meski raut kekecewaan tak bisa disembunyikan dari wajahnya, Prandelli dengan giat menenangkan anak-anak asuhnya dan berbicara dengan mereka untuk menghadapi kekalahan.
Salah satunya, pada Mario Balotelli. Prandelli yang kerap direpotkan oleh striker bengal berusia 21 tahun itu mencoba memberikan pengertian kepada Balotelli.
"Saya katakan kepada Mario bahwa ini adalah pengalaman yang harus dijalani dan diterimanya. Kamu (dikatakan kepada Mario) juga harus memastikan bahwa pengalaman ini membantumu untuk maju dan kamu dapat berkembang dari pengalaman ini," ungkapnya seperti yang dikatakannya kepada Super Mario seperti dilansir BBC Sport.
Pelatih berusia 54 tahun itu mengatakan pengalaman buruk ini memang harus dialami oleh sejumlah pemain muda dan mungkin akan terjadi lagi. Namun, lanjutnya, olah raga mengajarkan seseorang untuk tidak menyerah dan kembali bangun untuk berjuang.
Sama dengan pemain timnas Italia lainnya, Balotelli terpukul dengan kekalahan telak ini. Usai laga, dia langsung meninggalkan lapangan dengan kekecewaan di wajahnya. Striker Manchester City keturunan Ghana itu kemudian kembali ke lapangan hanya ketika dipanggil untuk menerima medali.
Prandelli mencoba menghibur diri, par apemain dan publik pendukung "Gli Azzurri" dengan mengatakan bahwa timnas Italia telah menjadi tim terbaik kedua di Eropa saat ini. Namun, Prandelli menyesalkan kondisi yang tidak mendukung performa terbaik Italia pada malam final itu.
"Kami menjalani Piala Eropa yang luar biasa. Satu-satunya penyesalan saya adalah fakta bahwa kami tidak memiliki tambahan hari untuk beristirahat sebelum laga ini," tuturnya.
