ASB Gelar Pelatihan Jurnalistik Kemerdekaan Beragama dalam Media
Jumat, 13 Juli 2012 20:28 WIB

top/tribun-medan.com
Aliansi Sumut Bersatu (ASB) menggelar pelatihan “Kemerdekaan Beragama dan Berkeyakinan dalam Media” di Hotel Horison, Berastagi, Jumat-Sabtu (13-14/7/2012).
Laporan Tribun Medan / Truly Okto Purba
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN – Aliansi Sumut Bersatu (ASB) menggelar pelatihan
“Kemerdekaan Beragama dan Berkeyakinan dalam Media” di Hotel Horison,
Berastagi, Jumat-Sabtu (13-14/7/2012). Sebanyak 25 peserta yang terdiri dari
aktivis pers kampus, aktivis non government organization (NGO) dan pemuda
lintas agama ikut ambil bagian dalam kegiatan ini.
Direktur Eksekutif ASB, Veryanto Sitohang membuka pelatihan ini dengan
materi ”Media Sebagai Alat Adokasi, Sharing Pengalaman Media”. Pada sesi ini,
Veryanto menjelaskan bagaimana potret kehidupan beragama dalam bingkai media. Menurut
Veryanto, media sebagai penyampai berita dan informasi kemasyarakat mempunyai
peranan penting dalam merubah dan mempengaruhi pola pikir masyarakat, dan
sangat berkontribusi dalam pembentukan persepsi terhadap suatu masalah.
“Sesuai dengan UU No. 40 tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik (KEJ)
pada pasal 3 dijelaskan bahwa wartawan Indonesia selalu menguji informasi, memberitakan
secara berimbang, tidak mencampurkan fakta dan opini yang menghakimi, serta
menerapkan asas praduga tak bersalah,” katanya dalam sesi materi, Jumat (13/7/2012).
Kenyataan diatas, kata Veryanti, sering sekali tidak dihiraukan para
pewarta berita dalam menuliskan beritanya. “Secara khusus Aliansi Sumut Bersatu
masih banyak menemukan berita yang tidak sesuai dengan KEJ terutama dalam
memberitakan berita Pelanggaran HAM yaitu Perkosaan, Pembunuhan, Penganiayaan,
Kasus Intoleransi dan Kasus Pelanggaran HAM lainnya,” katanya.
“Kondisi di atas menjadi keresahan dalam mewujudkan perdamaian pada saat
ini, dibutuhkan sebuah perubahan dalam menuliskan berita pada media yang lebih
sensitif dan pro terhadap masyarakat korban pelanggaran HAM,” lanjutnya.
Selain pemaparan materi, Veryanto membawakan materi dengan membentuk
kelompok-kelompok diskusi. Kelompok diskusi ini bertugas untuk menganalisis
kondisi terkini tentang kemerdekaan beragama dan berkeyakinan di Sumatera Utara.
Pembicara lainnya dalam pelatihan ini adalah J Anto,
Direktur Eksekutif KIPPAS yang berbicara tentang “Menulis Berita atau Opini
yang Dimuat Media” dan Truly Okto Purba, Redaktur Tribun Medan yang berbicara
tentang “Menggunakan Citizen Journalism sebagai Alat Advokasi”.
(top/tribun-medan.com)
(top/tribun-medan.com)
