Setengah Merek China akan Lenyap 5 Tahun Mendatang!
Tribun Medan - Rabu, 18 Juli 2012 09:09 WIB
TRIBUN-MEDAN.com, SHANGHAI - China berhasil menggebrak industri otomotif dengan menjadi pasar mobil terbesar di dunia. Euforia tersebuti diikuti dengan menjamurnya merek-merek lokal. Namun, setengah merek lokal tersebut diprediksi tidak mampu bertahan dan akan lenyap dari persaingan.
Hal tersebut disampaikan Dong Yang, Wakil Ketua dan Sekjen Asosiasi Industri Mobil China (CAAM) yang dilansir inautonews (17/7/2012). Yang mengatakan, dalam tiga sampai lima tahun, beberapa merek mobil lokal akan lenyap karena kompetisi yang makin ketat.
Dijelaskan, pasar yang semakin dibatasi - khususnya di beberapa kota besar di China - membuat konsumen makin minim pilihan. Apalagi, merek-merek asing terus mengeliat menambah investasi secara besar-besaran di China.
Buktinya, angka penjualan merek-merek lokal sudah mengalami penurunan. Sepanjang Januari-Juni 2012, total penjualan mobil penumpang di China naik 7,1 persen menjadi 7,6 juta unit. Namun, merek-merek lokal justru turun 0,2 persen menjadi 3,2 juta unit. Dengan kata lain, penjualan merek lokal turun 3 persen menjadi 41,4 persen pada semester pertama tahun ini.
Persaingan antara merek lokal dan asing mengerucut pada kemampuan riset dan pengembangan yang terbatas sereta pencitraan. Kalau ini terus diadu, maka pangsa pasar merek lokal akan terus menurun.
Michael Dunne, President Dunne & Company, perusahaan peneliti di Hongkong mengatakan, konsumen di China semakin banyak menerima informasi dari luar dan pengetahuan mereka terus berkembang.
"Lima tahun lalu, hampir semua orang membeli mobil pertama mereka. Sekarang sudah waktunya membeli mobil kedua. IPada kondisi seperti ini konsumen makin cermat menentukan pilihannya dan sudah dapat membedakan merek yang lemah dan kuat," beber Dunne. (*)
Hal tersebut disampaikan Dong Yang, Wakil Ketua dan Sekjen Asosiasi Industri Mobil China (CAAM) yang dilansir inautonews (17/7/2012). Yang mengatakan, dalam tiga sampai lima tahun, beberapa merek mobil lokal akan lenyap karena kompetisi yang makin ketat.
Dijelaskan, pasar yang semakin dibatasi - khususnya di beberapa kota besar di China - membuat konsumen makin minim pilihan. Apalagi, merek-merek asing terus mengeliat menambah investasi secara besar-besaran di China.
Buktinya, angka penjualan merek-merek lokal sudah mengalami penurunan. Sepanjang Januari-Juni 2012, total penjualan mobil penumpang di China naik 7,1 persen menjadi 7,6 juta unit. Namun, merek-merek lokal justru turun 0,2 persen menjadi 3,2 juta unit. Dengan kata lain, penjualan merek lokal turun 3 persen menjadi 41,4 persen pada semester pertama tahun ini.
Persaingan antara merek lokal dan asing mengerucut pada kemampuan riset dan pengembangan yang terbatas sereta pencitraan. Kalau ini terus diadu, maka pangsa pasar merek lokal akan terus menurun.
Michael Dunne, President Dunne & Company, perusahaan peneliti di Hongkong mengatakan, konsumen di China semakin banyak menerima informasi dari luar dan pengetahuan mereka terus berkembang.
"Lima tahun lalu, hampir semua orang membeli mobil pertama mereka. Sekarang sudah waktunya membeli mobil kedua. IPada kondisi seperti ini konsumen makin cermat menentukan pilihannya dan sudah dapat membedakan merek yang lemah dan kuat," beber Dunne. (*)
Editor : Sofyan Akbar
Sumber : Kompas.com
Bergabunglah dengan Tribun Medan Fans Page untuk update berita Medan da Sekitarnya.
Follow twitter kami di @tribunmedan untuk mengakses berita melalui twitter.
Download Tribun Medan Blackberry Launcher untuk memudahkan anda mengakses berita melalui perangkat blackberry.
