A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

Unika St. Thomas Siapkan Perpustakaan Berjaringan - Tribun Medan
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Rabu, 30 Juli 2014
Tribun Medan

Unika St. Thomas Siapkan Perpustakaan Berjaringan

Rabu, 25 Juli 2012 21:56 WIB
Unika St. Thomas Siapkan Perpustakaan Berjaringan - 00-Unika_Siapkan.JPG
TRIBUN MEDAN/SILFA HUMAIRA
RINDANG DAN ASRI - Sejumlah mahasiswa mengakses WiFi di bawah pohon rindang di kampus Unika Santo Thomas Medan, Rabu (25/7). Ratusan beasiswa dari berbagai lembaga berpeluang diraih mahasiswa baru yang mendaftar.

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Universitas Katolik Santo Thomas Sumatera Utara (Unika) adalah satu-satunya kampus Katolik di Sumatera Utara yang bergabung dalam Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik Indonesia (Aptik). Tak hanya dengan Aptik, Unika Santo Thomas juga berjejaring dengan Asosiasi Universitas Katolik Santo Thomas Aquinas se-Asia (Aseaccu) dan  Perguruan Tinggi Katolik Santo Thomas se-Dunia (Custa).

Wakil Rektor I Unika, Djamanat Samosir kerjasama dengan sesama perguruan tinggi anggota Aptik telah diwujudkan dengan melakukan Jaringan Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Aptik (JLPMA) selama tahun 2012, merencanakan pembuatan buku Ekonomi, melakukan penguatan jurnal ilmiah Aptik dan menyelaraskan metodologi untuk riset dan pengabdian kepada masyarakat untuk menurunkan kemiskinan (poverty alleviation).

"Kita terus mengembangkan program bersama untuk anggota Aptik. Kita juga berupaya menyempurnakan jaringan perpustakaan antar 18 perguruan tinggi anggota. Melalui perpustakaan berjaringan ini, semua perguruan tinggi anggota Aptik bisa langsung mengakses bacaan yang ada di masing-masing perpustakaan anggota. Hal ini sangat membantu mahasiswa dan dosen yang ingin mencari referensi perpustakaan. Kita juga sedang merencanakan sistem online data base mahasiswa dan dosen seluruh perguruan tinggi anggota Aptik," kata Djamanat di ruang kerjanya, Rabu (25/7/2012).


Melalui kerjasama berjaringan yang sudah terkoneksi secara online ini, kata Djamanat, masing-masing perguruan tinggi anggota Aptik juga bisa mengetahui perguruan tinggi mana yang ahli pertanian, ahli hukum, ahli ekonomi atau apa program-program perguruan tinggi yang sedang dan akan dilaksanakan. “Dengan demikian, ketika ada perguruan tinggi yang membutuhkan jasa si ahli atau berbagi pengalaman soal program kerja, bisa langsung direalisasikan,” ujarnya.

Kerjasama Aptik juga dilakukan melalui kegiatan penyusunan pedoman Social Mobility Program (SMP), merencanakan kegiatan KKN bersama secara terbatas, melakukan pendampingan terhadap monev internal, training dosen pendamping mahasiswa, mendorong melakukan pencarian (pemantapan) spiritualitas perguruan tinggi sebagai roh penggerak  kegiatan, menyelenggarakan program capacity building bagi para dosen dan pengurus yayasan seluruh anggota Aptik.

“Semua kegiatan kerjasama ini dijabarkan dalam bentuk kerja nyata, seperti melalui seminar, pembinaan dan penelitian. Setiap fakultas dalam perguruan tinggi mendapat peran yang berbeda untuk mewujudkan kerjasama ini,” kata Djamanat.

Fakultas Hukum, misalnya, mendirikan badan bantuan hukum, badan yang membantu masyarakat kurang mampu dalam urusan hukum, seperti menyediakan pengacara. Fakultas Ekonomi bertugas mengurangi kemiskinan melalui berbagai program penyuluhan dan pelatihan keterampilan masyarakat dan bagaimana mendorong masyarakat memiliki keterampilan lebih baik untuk memperbaiki ekonominya.

“Sedangkan tugas untuk mengatasi permasalahan kesehatan dilakukan Fakultas Kedokteran dan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan. Sejak awal, semua ini sudah dipikirkan, didiskusikan dan diprogramkan untuk saling sharing antarperguruan tinggi anggota Aptik,” katanya.

Unika Santo Thomas mengelola 8 fakultas dengan 20 program studi. Fakultas Ekonomi dengan program studi: Manajemen dan Akuntansi (S1), Manajemen Administrasi dan Akuntansi (D3), Fakultas Sastra dengan program studi Sastra Inggris (S1), Fakultas Pertanian dengan program studi: Ilmu dan Teknologi Pangan, Agroteknologi, Agribisnis (S1), Fakultas Filsafat dengan program studi: Ilmu Filsafat (S1).

Kemudian Fakultas Hukum dengan program studi: Ilmu Hukum, Fakultas Ilmu Komputer dengan program studi: Sistem Informasi dan Teknik Informatika (S1), Manajemen Informatika dan Komputerisasi Akuntansi (D3) serta Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan dengan program studi: Pendidikan Bahasa Indonesia, Pendidikan Bahasa Inggris, Pendidikan Matematika dan Pendidikan Guru Sekolah Dasar.

(cr1/tribun-medan.com)

Editor: Muhammad Tazli
Sumber: Tribun Medan
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas