Minggu, 19 Mei 2013
Berawal dari Membuat Kalung
Tribun Medan - Selasa, 31 Juli 2012 21:45 WIB
Share |
Laporan wartawan Tribun Medan/Wiwi Deriana

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN
- Sudah hampir empat tahun Khairina menekuni usaha dari kain flanel. Hingga saat ini sudah 15 jenis produk yang sudah dihasilkannya mulai dari gantungan kunci, gantungan Hp,tempat tisu, souvenir dan kotak kue.

Usaha ibu tiga anak ini berawal dari pesanan anak sekolah yang membawa gambar  di majalah dan meminta untuk dibuatkan kalung.

"Saya memulai usaha ini dengan modal Rp50ribu yaitu dengan membuat kalung itu dan kemudian saya mengembangkan usaha saya sampai terbentuklah 15 jenis produk yang sekarang menjadi usaha saya," kata Khairina kepada www.tribun-medan.com, Selasa (31/07/2012)

Saat ini, Khairina mulai mengenalkan produk terbarunya yaitu kotak kue yang dihiasi dengan kain flanel. Kotak kue yang tadi tampaknya biasa saja pun jadi semakin terlihat mewah. Ide membuat hiasan dari kain flanel ke kotak kue ini muncul karena lebaran yang sudah semakin dekat.

"Jadi kalo bila ingin kuenya lebih tahan lama, pake kotak kue yang seluruh permukaannya ditutupi dengan kain flanel ini," ujarnya kepada www.tribun-medan.com.

Dari modal awal yang hanya Rp50ribu, Khairina kini sudah bisa menghasilkan keuntungan Rp1juta perbulan. Namun, bila sedang banyak pernikahan atau ada orderan besar, maka keuntungannya bisa bertambah banyak.

Ditanya mengenai bagaimana dirinya memasarkan usahanya ini, ibu tiga anak ini bergumam, pemasaran yang dirinya lakukan dari mulut ke mulut, sering mengikuti pameran dan memasarkan melalui media online.

"Saya juga menyuplai barang ke Toko Amanah Souvenir dan barang-barang kami bisa dilihat di media online mereka" ujarnya.

Salah satu alasan mengapa kain flanel yang dipilih oleh Khairina karena bahannya yang mudah dibentuk dan harga kainnya yang cukup terjangkau dan mudah didapatkan di pasaran.

Untuk bahan bakunya sendiri, sambung Khairina, dirinya masih mengambil dari Medan dan keseluruhan produknya dikerjakan sendiri dengan sistem jahit tangan dan juga ditempel.

"Khusus untuk tempat tisu memang saya menggunakan mesin jahit karena saya memang pintar menjahit" ujarnya.

Harga dari produk-produknya sendiri bervariasi mulai dari Rp3000 untuk gantungan kunci dan gantungan HP serta untuk kotak Tisu Rp35ribu dan untuk kotak kue harganya bervariasi mulai dari Rp20ribu sampai Rp25ribu.

Dalam mengembangkan usahanya, ibu tiga anak ini dibantu oleh temannya Anti yang kemudian membuka toko di Jalan Pintu Air Gang Angeline No 279 E, Kwala Bekala Padang Bulan, Medan.

"Selain itu saya mengajar kerajinan ini ke sekolah-sekolah dan kadang ada ibu-ibu yang ingin belajar juga dimana untuk belajar saya patok harga per orangnya Rp250ribu" ujarnya.

(Der/tribun-medan.com)

Penulis : Wiwi Deriana
Editor : Sofyan Akbar
Sumber : Tribun Medan

Bergabunglah dengan Tribun Medan Fans Page untuk update berita Medan da Sekitarnya.

Follow twitter kami di @tribunmedan untuk mengakses berita melalui twitter.


Download Tribun Medan Blackberry Launcher untuk memudahkan anda mengakses berita melalui perangkat blackberry.


fedscraftarifedisa