Global Bervariasi, Rupiah dalam Tekanan Lagi
Selasa, 31 Juli 2012 09:37 WIB

Shutterstock
Ilustrasi
TRIBUN-MEDAN.com, JAKARTA - Pasar keuangan global ditutup bervariasi semalam. Nilai tukar rupiah pun diperkirakan kembali melemah pada perdagangan Selasa (31/7/2012) ini.
Pada perdagangan kemarin, nilai tukar rupiah mengalami penguatan tipis. Rupiah ditutup di Rp 9.492 per dollar AS (kurs tengah Bloomberg).
Menurut ekonom Samuel Sekuritas Indonesia, Lana Soelistianingsih, sentimen positif penguatan euro tidak berdampak signifikan terhadap bagi rupiah.
Kemarin bursa Asia ditutup bervariasi. IHSG masih naik 0,37 persen menjadi 4.099,12. Sementara itu harga minyak mentah Brent turun menjadi 107,33 dollar AS per barrel, dan WTI turun menjadi 89,78 dollar AS per barrel.
Pasar global semalam ditutup bervariasi. Karena hal itu, Lana memprediksi pasar Asia pun mengikuti hal itu. Rupiah diperkirakan melemah.
"Kami perkirakan untuk rupiah ada potensi melemah di kisaran Rp 9.480-Rp 9.510 per dollar AS," kata Lana.
Pada perdagangan kemarin, nilai tukar rupiah mengalami penguatan tipis. Rupiah ditutup di Rp 9.492 per dollar AS (kurs tengah Bloomberg).
Menurut ekonom Samuel Sekuritas Indonesia, Lana Soelistianingsih, sentimen positif penguatan euro tidak berdampak signifikan terhadap bagi rupiah.
Kemarin bursa Asia ditutup bervariasi. IHSG masih naik 0,37 persen menjadi 4.099,12. Sementara itu harga minyak mentah Brent turun menjadi 107,33 dollar AS per barrel, dan WTI turun menjadi 89,78 dollar AS per barrel.
Pasar global semalam ditutup bervariasi. Karena hal itu, Lana memprediksi pasar Asia pun mengikuti hal itu. Rupiah diperkirakan melemah.
"Kami perkirakan untuk rupiah ada potensi melemah di kisaran Rp 9.480-Rp 9.510 per dollar AS," kata Lana.
Editor: Raden Armand Firdaus
Sumber: Kompas.com
