Semester I Ekspor Sumut 5,1 Miliar Dolar AS

Nilai ekspor melalui pelabuhan bongkar muat Belawan pada bulan Juni

Tayang:
Editor: Muhammad Tazli
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Nilai ekspor melalui pelabuhan bongkar muat Belawan pada bulan Juni 2012 tercatat meningkat 14,93 persen, dari 771,76 juta dolar AS menjadi 886,98 juta dolar AS. Namun secara year on year (yoy), nilainya justru menurun 15,34 persen. Total hingga akhir semester pertama tahun ini, nilai ekspor Sumatera Utara sudah mencapai 5,15 dolar AS.

Sektor pertambangan mendominasi sumbangan lonjakan ekspor dengan angka 1,2 juta dolar AS atau meningkat 34,71 persen, disusul sektor industri dengan nilai 615,24 juta dolar AS atau meningkat sebanyak 27,60 persen. Sementara sektor pertanian justru anjlok sebesar 6,31 persen menjadi 270,48 juta dolar AS. Penurunan nilai ekspor terutama disumbang oleh komoditi tembakau, kayu dan barang dari kayu, produk kimia, bahan kimia organik, karet serta sabun dan preparat pembersih.

" Secara year on year, penurunan terbesar terjadi pada komoditi karet dan produk karet yang menyusut 594,43 juta dolar AS. Minyak nabati juga berkurang nilai ekspornya sebesar 138,15 juta dolar AS," papar Kepala Bidang Statistik Distribusi, Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut, Hajizi, Rabu (1/8) di kantor BPS Sumut, Medan.

Sementara untuk negara tujuan ekspor, ia menambahkan, Jepang tercatat di posisi pertama kawasan Asia sebagai negara pengimpor dari Sumut dengan nilai sebesar 109,91 juta dolar AS. Di kawasan ASEAN, Malaysia justru mendominasi dengan nilai 32,6 juta dolar AS, diikuti Singapura yang hanya sebesar 24,1 juta dolar AS. Di benua Amerika, pasar ekspor Sumut terbesar diserap oleh Amerika Serikat dengan nilai 78,4 juta dolar AS.

Namun peningkatan ekspor terbesar secara persentase justru terjadi ke negara Afrika Selatan. Nilainya melonjak sebesar 160,63 persen, dari 9,5 juta dolar AS menjadi 24,8 juta dolar AS.

Nilai kredit perbankan yang digelontorkan untuk mendukung aktivitas perdagangan internasional dari Sumut memang juga tercatat menurun. Dari data Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan IX Sumut-Aceh, terdata hingga Juni 2012, kredit perbankan khusus untuk transaksi ekspor turun sebesar - 1,4 persen, khususnya untuk dua komoditi andalan Sumut yaitu Crude Palm Oil (CPO) dan karet.

Penurunan nilai kredit ekspor terjadi secara month to month (mtm), dimana pada bulan Juni 2012 nilai kredit hanya mencapai Rp 4,6 triliun sementara pada bulan Mei nilainya mencapai Rp 4,7 triliun.

"Penurunan kredit ekspor perbankan di Sumut memang diikuti dengan tren harga kedua komoditi yang terus menurun. Penurunan bukan hanya terjadi secara month to month tapi juga year to year," jelas Kadiv Ekonomi dan Moneter BI Sumut-Aceh, Mikael Budisatrio.

Padahal, katanya, secara umum penyaluran kredit perbankan di Sumut terus merangkak naik. Apalagi didorong oleh tren menurun yang terjadi pada Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK). Tingkat suku bunga kredit turun 0,07 persen. Juni 2012 misalnya, nilai nominal penyaluran kredit sebesar Rp 118,21 triliun atau meningkat 2,97 persen mtm dan 10,94 persen yoy.

(ers/tribun-medan)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved