Serasa Buka Puasa di Kampung Halaman
Tribun Medan - Senin, 6 Agustus 2012 20:59 WIB
Laporan Wartawan Tribun Medan / Arifin Al Alamudi
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Buka puasa bersama selama di pengungsian, bagi pengungsi Myanmar di Medan adalah hal yang jarang terjadi. Sejak tahun lalu mengungsi di Medan, Muhamad Yunus baru kali ini merasakan buka puasa bersama yang sangat ramai.
"Seperti buka puasa di rumah di Arkan bersama keluarga," kenang Yusuf saat berbuka puasa bersama dengan puluhan pengungsi dan pencari suaka di Jl Pasar III, Padang Bulan, Medan, Senin (6/8/2012).
Menunya memang biasa, namun menurutnya kekeluargaan diantara yang membuat suasana jadi berbeda. "Sebagian sudah mengungsi di sini tahun lalu. Buka puasa sering sama, tapi sedikit tidak seramai ini," katanya.
Buka puasa pengungsi Myanmar bersama Anggota Komisi IX DPR RI, Herlini Amran menyajikan menu yang tidak jauh berbeda seperti yang ada di Indonesia, mie goreng telur. Yang membedakan hanya kacang goreng yang dicampur dalam mie tersebut.
Selain itu, jus timun dingin menjadi pelepas dahaga saat berbuka.
Bagi Yusuf ini adalah menu wajib saat berbuka puasa bersama di kampung halamannya. Tapi bedanya kalau di Myanmar mereka memakannya secara bersama-sama dari tungku.
"Itu namanya Canogo. Kacang Goda Merah dan Mie Goreng. Biasanya makan di tungku ramai-ramai. Tapi karena ini di Indonesia kita tidak buat seperti itu," ungkapnya.
Herlini dan Sutyas, istri Plt Gubernur Sumatera Utara yang ikut berbuka bersama pengungsi terlihat menikmati sajian sederhana tersebut. Mereka duduk lesehan bersama para pengungsi dan menghabiskan santapan yang disajikan. Usai berbuka, para pengungsi pun salat berjamaah.
(rif/tribun-medan.com)
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Buka puasa bersama selama di pengungsian, bagi pengungsi Myanmar di Medan adalah hal yang jarang terjadi. Sejak tahun lalu mengungsi di Medan, Muhamad Yunus baru kali ini merasakan buka puasa bersama yang sangat ramai.
"Seperti buka puasa di rumah di Arkan bersama keluarga," kenang Yusuf saat berbuka puasa bersama dengan puluhan pengungsi dan pencari suaka di Jl Pasar III, Padang Bulan, Medan, Senin (6/8/2012).
Menunya memang biasa, namun menurutnya kekeluargaan diantara yang membuat suasana jadi berbeda. "Sebagian sudah mengungsi di sini tahun lalu. Buka puasa sering sama, tapi sedikit tidak seramai ini," katanya.
Buka puasa pengungsi Myanmar bersama Anggota Komisi IX DPR RI, Herlini Amran menyajikan menu yang tidak jauh berbeda seperti yang ada di Indonesia, mie goreng telur. Yang membedakan hanya kacang goreng yang dicampur dalam mie tersebut.
Selain itu, jus timun dingin menjadi pelepas dahaga saat berbuka.
Bagi Yusuf ini adalah menu wajib saat berbuka puasa bersama di kampung halamannya. Tapi bedanya kalau di Myanmar mereka memakannya secara bersama-sama dari tungku.
"Itu namanya Canogo. Kacang Goda Merah dan Mie Goreng. Biasanya makan di tungku ramai-ramai. Tapi karena ini di Indonesia kita tidak buat seperti itu," ungkapnya.
Herlini dan Sutyas, istri Plt Gubernur Sumatera Utara yang ikut berbuka bersama pengungsi terlihat menikmati sajian sederhana tersebut. Mereka duduk lesehan bersama para pengungsi dan menghabiskan santapan yang disajikan. Usai berbuka, para pengungsi pun salat berjamaah.
(rif/tribun-medan.com)
Penulis : Arifin Al Alamudi
Editor : Raden Armand Firdaus
Sumber : Tribun Medan
Bergabunglah dengan Tribun Medan Fans Page untuk update berita Medan da Sekitarnya.
Follow twitter kami di @tribunmedan untuk mengakses berita melalui twitter.
Download Tribun Medan Blackberry Launcher untuk memudahkan anda mengakses berita melalui perangkat blackberry.