Emas dan BPKB pun Mulai Digadai
Tribun Medan - Kamis, 9 Agustus 2012 23:27 WIB
TRIBUN-MEDAN.com, JAKARTA - Animo masyarakat untuk menggadaikan barang berharga berupa emas hingga BPKP meningkat menjelang lebaran. Hal ini karena banyaknya masyarakat yang membutuhkan dana tunai untuk memenuhi kebutuhan lebaran.
Humas Kanwil VIII Perum Pegadaian Jakarta, Ramses Gurning mengungkapan, peningkatan jumlah barang yang digadai menjelang lebaran mencapai 10-15 persen, dibandingkan dengan bulan-bulan sebelumnya.
"Emang polanya seperti itu, setiap mau lebaran, permintaan akan gadai itu meningkat, kalau dibanding bulan-bulan sebelumnya, naiknya sekitar 10-15 persen," ungkap Ramses Gurning, Humas Kanwil VIII Perum Pegadaian Jakarta saat ditemui, Kamis (9/8/2012).
Seperti tahun-tahun sebelumnya, orang yang ingin menggadaikan barang miliknya sudah mulai terlihat sejak awal bulan puasa. Kebanyakan yang menggadaikan barang miliknya berupa emas, baik itu dalam bentuk perhiasan atau pun logam mulia.
Menurut Ramses, besaran emas yang digadaikan bermacam-macam. "Rata-rata orang yang menggadaikan emasnya besarnya 5-25 gram. Itu tergantung bentuk perhiasannya, bisa berupa cin-cin, kalung, atau gelang yang terbuat dari emas, termasuk berlian-berlianya, pokoknya kita tidak membatasi ukurannya," tuturnya.
Selain emas, ada pula barang lain yang digadaikan, seperti barang eletronik dan kendaraan, baik sepeda motor maupun mobil, namun kurang diminati warga karena proses penggadaiannya cukup lama.
"Karena yang gadai BPKB itu kita perlu lihat usahanya, layak enggak. Tetapi cukup banyak juga yang gadai BPKB," ujarnya.
Bagi masyarakat yang ingin menggadaikan barang miliknya, ada beberapa persyaratan yang perlu dipenuhi, yakni; membawa barang jaminan miliknya dan tanda identitas miliknya, seperti KTP, KK (Kartu Keluarga), atau Paspor. Sementara, untuk yang ingin menggadaikan barang berupa kendaraan motor harus dilengkapi dengan STNK dan BPKB.
Menurut Ramses, warga yang sudah terlihat ramai menggadaikan barang miliknya mulai awal bulan puasa ini nantinya akan ramai kembali saat menjelang lebaran untuk menebus barang-barang miliknya yang digadaikan.
"Biasanya nanti, pas seminggu sebelum lebaran orang-orang bakal ramai yang melunasi buat nebus barang-barangnya itu biar nanti bisa dipakai pas lebaran," terang Ramses
Kanwil VIII Perum Pegadaian Jakarta menargetkan, pada tahun 2012, nilai barang yang digadaikan sebesar Rp 8,1 triliun. Dari target tersebut, hingga bulan Juni telah terealisir sebesar Rp 4,236 triliun atau sekitar 46,56 persen. Pendapatan tersebut meningkat 39,83 persen dari pendapatan tahun 2011, yakni sebesar Rp 3,020 triliun.
Humas Kanwil VIII Perum Pegadaian Jakarta, Ramses Gurning mengungkapan, peningkatan jumlah barang yang digadai menjelang lebaran mencapai 10-15 persen, dibandingkan dengan bulan-bulan sebelumnya.
"Emang polanya seperti itu, setiap mau lebaran, permintaan akan gadai itu meningkat, kalau dibanding bulan-bulan sebelumnya, naiknya sekitar 10-15 persen," ungkap Ramses Gurning, Humas Kanwil VIII Perum Pegadaian Jakarta saat ditemui, Kamis (9/8/2012).
Seperti tahun-tahun sebelumnya, orang yang ingin menggadaikan barang miliknya sudah mulai terlihat sejak awal bulan puasa. Kebanyakan yang menggadaikan barang miliknya berupa emas, baik itu dalam bentuk perhiasan atau pun logam mulia.
Menurut Ramses, besaran emas yang digadaikan bermacam-macam. "Rata-rata orang yang menggadaikan emasnya besarnya 5-25 gram. Itu tergantung bentuk perhiasannya, bisa berupa cin-cin, kalung, atau gelang yang terbuat dari emas, termasuk berlian-berlianya, pokoknya kita tidak membatasi ukurannya," tuturnya.
Selain emas, ada pula barang lain yang digadaikan, seperti barang eletronik dan kendaraan, baik sepeda motor maupun mobil, namun kurang diminati warga karena proses penggadaiannya cukup lama.
"Karena yang gadai BPKB itu kita perlu lihat usahanya, layak enggak. Tetapi cukup banyak juga yang gadai BPKB," ujarnya.
Bagi masyarakat yang ingin menggadaikan barang miliknya, ada beberapa persyaratan yang perlu dipenuhi, yakni; membawa barang jaminan miliknya dan tanda identitas miliknya, seperti KTP, KK (Kartu Keluarga), atau Paspor. Sementara, untuk yang ingin menggadaikan barang berupa kendaraan motor harus dilengkapi dengan STNK dan BPKB.
Menurut Ramses, warga yang sudah terlihat ramai menggadaikan barang miliknya mulai awal bulan puasa ini nantinya akan ramai kembali saat menjelang lebaran untuk menebus barang-barang miliknya yang digadaikan.
"Biasanya nanti, pas seminggu sebelum lebaran orang-orang bakal ramai yang melunasi buat nebus barang-barangnya itu biar nanti bisa dipakai pas lebaran," terang Ramses
Kanwil VIII Perum Pegadaian Jakarta menargetkan, pada tahun 2012, nilai barang yang digadaikan sebesar Rp 8,1 triliun. Dari target tersebut, hingga bulan Juni telah terealisir sebesar Rp 4,236 triliun atau sekitar 46,56 persen. Pendapatan tersebut meningkat 39,83 persen dari pendapatan tahun 2011, yakni sebesar Rp 3,020 triliun.
Editor : Raden Armand Firdaus
Sumber : Kompas.com
Bergabunglah dengan Tribun Medan Fans Page untuk update berita Medan da Sekitarnya.
Follow twitter kami di @tribunmedan untuk mengakses berita melalui twitter.
Download Tribun Medan Blackberry Launcher untuk memudahkan anda mengakses berita melalui perangkat blackberry.