Masyarakat Cegah Amukan Geng Motor
Polsekta Medan Baru mengamankan tiga orang remaja yang melakukan kerusuhan di KFC wali Kota Jalan Walter Mongonsidi.
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Polsekta Medan Baru mengamankan tiga orang remaja yang melakukan kerusuhan di KFC wali Kota Jalan Walter Mongonsidi. Ketiganya nyaris menjadi amukkan kemarahan warga sebelum diserahkan kepihak kepolisian Rabu, (22/8).
Dari tangan ketiganya Polisi juga mendapati 2 senjata tajam berupa parang panjang dan sebilah pisau dari tangan tersangka.
Ketiga remaja itu diketahui bernama Adi Kembaren (19), Febriansyah Ginting (20) keduanya warga pasar II Padang Bulan dan Luhut Saragi (23) warga Gang Dame Medan Amplas.
Kapolsek Medan Baru Kompol Budi Hendrawan mengatakan, polisi telah memeriksa ketiga tersangka. "Dari ketiganya, Satu yang kita tahan karena membawa senjata tajam," ucapnya singkat.
Ketiganya diringkus oleh warga setempat setelah keributan yang terjadi. Keributan tersebut melibatkan puluhan remaja tersebut terjadi saat sekelompok remaja diserang ketika nongkrong di depan sebuah restoran cepat saji di kawasan tersebut.
Keributan berlangsung sekitar pukul 22.30 WIB selasa malam. Dikantor polisi seorang remaja yang diamankan Luhut menceritakan, dirinya berada disana karena di telepon kawan mereka di pukuli dikawasan Mongonsidi.
"Kami ditelpon kawan kami namanya Ardiansyah, dia katanya dipukuli," kata Luhut.
Ternyata, satu kelompok tersebut merupakan teman mereka. Mereka pun bergegas ke lokasi bersama puluhan rekannya yang lain. "Ada 12 kereta kami datang," akunya lagi.
Nahas, setibanya di lokasi, warga setempat telah menunggu. Kedatangan mereka langsung disambut warga dengan penyerangan. Perlawanan warga ini dilatari karena keresahan akibat ulah geng motor di kawasan tersebut. Mendapat perlawanan mereka langsung kabur.
Sial bagi ketiganya, mereka tak berhasil menyelamatkan diri. Mereka dipukuli, bahkan sepeda motor mereka tak luput dari amukan. Setelah itu, mereka diserahkan warga ke polisi bersama barang bukti.
Namun mereka membantah sebagai kawanan bermotor. Walaupun, Febriansyah yang tertangkap tangan membawa senjata tajam mengaku membawa sajam untuk berjaga-jaga.
"Bukan geng motor kami, Klewang dan pisau itu untuk berjaga-jaga," ucapnya.
(ari/tribun-medan.com)