Selamat Datang Warga Jakarta...
Tribun Medan - Kamis, 23 Agustus 2012 20:01 WIB
TRIBUN-MEDAN.com, JAKARTA - Setelah menikmati liburan Lebaran dengan bersilaturahmi di kampung halaman, warga Jakarta sudah mulai kembali ke Ibukota. Stasiun dan terminal sudah mulai ramai arus balik, termasuk di Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat.
Di Stasiun ini, PT KAI mencatat jumlah penumpang yang kembali ke Jakarta pada H+3 ini mencapai 6.681 orang. Sementara dari H+1 hingga H+3 sudah mencapai 27.076 orang.
"Pemudik sudah mulai berdatangan. Hari ini sudah ada 24 rangakaian kereta yang tiba di Stasiun Senen, diperkirakan sudah ada 27 ribuan pemudik selama tiga hari ini," jelas Kepala Stasiun Senen Udin Saepudin, Kamis (23/8/2012).
Menurut Humas PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi I Mateta Rizalulhaq, penumpang yang turun di Stasiun Senen setelah Lebaran tidak semuanya penumpang arus balik. Beberapa di antaranya justru penumpang yang hendak berlibur ke Jakarta.
"Yang turun di Stasiun Senen udah mulai kelihatan, tapi itu belum tentu arus balik, bisa saja mereka itu orang-orang yang malah mudik ke Jakarta," terang Mateta.
Di sisi lain, arus mudik juga masih terjadi. Animo masyarakat untuk mudik, khususnya pemudik via KA diperkirakan masih akan terasa hingga H+7 atau Senin (27/8/2012). Hal tersebut tampak dari habisnya persediaan tiket KA hingga tanggal 1 September 2012.
Beberapa pemudik yang akan diberangkatkan dari Stasiun Senen mengaku sengaja memilih mudik setelah Lebaran untuk menghindari desak-desakan penumpang dan kemacetan lalu lintas.
"Lebarannya di Jakarta aja, sekarang baru mudik biar nggak pepet-pepetan, capek, Mas. Kasihan anak-anak juga," ungkap Muliady, yang akan mudik ke Semarang bersama keluarganya.
Beberapa di antaranya juga mengaku baru mudik sekarang karena baru mendapatkan tiket kereta.
"Tiketnya keburu habis, kalo naik bus kelamaan, apalagi bareng anak-anak, nggak cukup ongkos juga," ungkap Bu Asmin yang mudik bersama keluarganya ke Malang.
Bu Asmin juga mengaku memilih moda kereta api karena biayanya murah, sekaligus menghindari kemacetan.
Menurut Saepudin, tidak terlihat ada arus puncak mudik pada Lebaran 2012 ini. Jumlah penumpang selalu konstan bahkan sampai setelah Lebaran. Hal tersebut juga merupakan dampak dari sistem satu kursi untuk satu penumpang.
"Kalau arus mudik tahun ini konstan di angka 13 ribu sampai 15 ribu penumpang per hari. Tidak ada yang ekstrim sekali angkanya," ujar Saepudin. (*)
Di Stasiun ini, PT KAI mencatat jumlah penumpang yang kembali ke Jakarta pada H+3 ini mencapai 6.681 orang. Sementara dari H+1 hingga H+3 sudah mencapai 27.076 orang.
"Pemudik sudah mulai berdatangan. Hari ini sudah ada 24 rangakaian kereta yang tiba di Stasiun Senen, diperkirakan sudah ada 27 ribuan pemudik selama tiga hari ini," jelas Kepala Stasiun Senen Udin Saepudin, Kamis (23/8/2012).
Menurut Humas PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi I Mateta Rizalulhaq, penumpang yang turun di Stasiun Senen setelah Lebaran tidak semuanya penumpang arus balik. Beberapa di antaranya justru penumpang yang hendak berlibur ke Jakarta.
"Yang turun di Stasiun Senen udah mulai kelihatan, tapi itu belum tentu arus balik, bisa saja mereka itu orang-orang yang malah mudik ke Jakarta," terang Mateta.
Di sisi lain, arus mudik juga masih terjadi. Animo masyarakat untuk mudik, khususnya pemudik via KA diperkirakan masih akan terasa hingga H+7 atau Senin (27/8/2012). Hal tersebut tampak dari habisnya persediaan tiket KA hingga tanggal 1 September 2012.
Beberapa pemudik yang akan diberangkatkan dari Stasiun Senen mengaku sengaja memilih mudik setelah Lebaran untuk menghindari desak-desakan penumpang dan kemacetan lalu lintas.
"Lebarannya di Jakarta aja, sekarang baru mudik biar nggak pepet-pepetan, capek, Mas. Kasihan anak-anak juga," ungkap Muliady, yang akan mudik ke Semarang bersama keluarganya.
Beberapa di antaranya juga mengaku baru mudik sekarang karena baru mendapatkan tiket kereta.
"Tiketnya keburu habis, kalo naik bus kelamaan, apalagi bareng anak-anak, nggak cukup ongkos juga," ungkap Bu Asmin yang mudik bersama keluarganya ke Malang.
Bu Asmin juga mengaku memilih moda kereta api karena biayanya murah, sekaligus menghindari kemacetan.
Menurut Saepudin, tidak terlihat ada arus puncak mudik pada Lebaran 2012 ini. Jumlah penumpang selalu konstan bahkan sampai setelah Lebaran. Hal tersebut juga merupakan dampak dari sistem satu kursi untuk satu penumpang.
"Kalau arus mudik tahun ini konstan di angka 13 ribu sampai 15 ribu penumpang per hari. Tidak ada yang ekstrim sekali angkanya," ujar Saepudin. (*)
Editor : Sofyan Akbar
Sumber : Kompas.com
Bergabunglah dengan Tribun Medan Fans Page untuk update berita Medan da Sekitarnya.
Follow twitter kami di @tribunmedan untuk mengakses berita melalui twitter.
Download Tribun Medan Blackberry Launcher untuk memudahkan anda mengakses berita melalui perangkat blackberry.
