Petani Khawatir Harga Tembakau Turun
Petani tembakau Virginia di Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, khawatir harga pembelian lebih murah dibanding tahun lalu. Alasannya,
Rustam, petani warga Dusun Lingkok Kolo, Desa Lemeng, Lombok Timur, Sabtu (25/8/2012) mengaku, sudah dua kali menjual tembakau, berupa daun satu sampai lima. Pihak perusahaan mitra kerjanya membeli Rp 2,5 juta, dan penjualan kedua seharga Rp 2 juta per kuintal.
Harga penjualan saat ini yang berlaku ketika baru sebagian kecil petani memanen daun tembakau, dan seperti biasa harga cenderung merosot saat musim panen raya yang diperkirakan berlangsung September mendatang. Padahal saat ini cuaca untuk tanaman tembakau snagat mendukung sehingga hasil panen daun tembakau relatif bagus.
Selama ini di provinsi ini, terdapat 21 perusahaan sebagai mitra petani yang sekaligus membeli produksi tembakau yang areal tanamnya 43.000 hektar, dan Lombok Timur merupakan salah sentra budi daya. Dari luas tanam itu, produksi tembakau NTB 46.824 ton, di atas produksi tembakau Jawa Tegah sebanyak 11.750 ton, atau di bawah produksi Jawa Timur sebanyak 80.563 ton.