A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

Penyebab Kebakaran di Marelan Masih Simpang Siur - Tribun Medan
Kamis, 27 November 2014
Tribun Medan

Penyebab Kebakaran di Marelan Masih Simpang Siur

Sabtu, 1 September 2012 19:28 WIB

Penyebab Kebakaran di Marelan Masih Simpang Siur - kebakaran_di_Marelan.jpg_(2)_.JPG
Tribun Medan/ Raden Armand Firdaus
BELUM DIKETAHUI - Situasi ketika kebakaran terjadi di Medan Marelan, Sabtu (1/9/2012). Hingga kini belum diketahui secara pasti penyebab peristiwa ini.
Laporan Wartawan Tribun Medan/ Irfan Azmi Silalahi

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN-
Misgiat yang menjabat sebagai Kepala Desa Manunggal, Kecamatan Medan Marelan, saat berada di lokasi kejadian mengatakan, asal api yang menyebabkan terjadinya kebakaran masih simpang siur. Sebab beberapa warga ada yang menyatakan api berasal dari bekas bakaran sampah, dan ada pula yang mengaku akibat terjadinya korsleting listrik.

"Masih simpang siur ini Mas. Beberapa pemilik kios sudah saya tanyakan, tetapi ada yang menjelaskan api datang dari serpihan sampah yang terbang dan mengenai baju. Ada pula masyarakat mengaku terjadi korsleting," ujarnya, Sabtu (1/9).

Lanjut Misgiat, petugas pemadam kebakaran dan pihak kepolisian hadir dilokasi 15 menit setelah terjadinya kebakaran. Banyaknya bahan-bahan yang mudah terbakar seperti kain dan plastik, membuat api kian sulit dipadamkan.

Apa yang diutarakan Misgiat masuk akal. Di lokasi meski sempat terlihat api padam, tiba-tiba saja ada lagi api muncul dari balik-balik reruntuhan bangunan yang terbuat dari tepas dan triplek. Akibatnya petugas pemadam kebakaran terpaksa bolak-balik mencari air untuk memadamkan api. Sedikitnya terjadi dua kali mobil pemadam berusaha keluar-masuk lokasi untuk memadamkan api.

"Kios-kios ini sebenarnya dibangun atas kerjasama antar warga. Sudah belasan tahun mereka berdagang di sini. Beton yang ada di kios ini, hanya ada dibagian belakang. Selebihnya komponen kios lebih banyak berbahan baku tepas dan triplek. Mungkin karena itu juga api sangat marak," ujar Misgiat sembari belum berani memastikan kerugian yang diderita warganya.

Terpisah, Satuan Reserse Kriminal Polsek Medan Labuhan, AKP Pahala Manurung, saat dikonfirmasi melalui selulernya membenarkan terjadinya kebakaran dilokasi. Untuk sementara pihak kepolisian masih menilai, kebakaran terjadi akibat arus pendek listrik.

"Ada 26 kios yang terbakar. Kerugian belum kita ketahui. Untuk sementara kebakaran disebabkan adanya hubungan arus pendek listrik. Sampai sekarang, kemacatan arus lalu lintas masih terus terjadi," ujarnya Sabtu malam sekitar pukul 18.30 WIB.

(irf/tribun-medan.com)
Penulis: Irfan Azmi Silalahi
Editor: Raden Armand Firdaus
Sumber: Tribun Medan

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas