Selasa, 28 April 2015
Home » Sumut

Penuhi Jam Mengajar Guru Sertifkasi, Korbankan Siswa

Kamis, 20 September 2012 19:06

TRIBUN-MEDAN.com, PEMATANGSIANTAR  - Tuntutan bagi guru yang mendapat tunjangan sertifikasi profesi, menimbulkan berbagai permasalahan baru. Terutama dalam pemenuhan jam mengajar guru yang mewajibkan 24 jam setiap minggunya.

Contoh hal di SMP negeri 7 Kota Pematangsiantar yang membagi kelas belajar menjadi dua rombongan belajar. Pada umumnya, peserta rombongan belajar ada 40 sisiwa, kini dijadikan dua rombongan. Separuh masuk pagi dan separuh lagi masuk siang.

Ketua Dewan Pendidikan Kota Pematangsiantar Armaya Siregar, Kamis (20/9/2012) mengatakan bahwa hal ini bisa terjadi dikarenakan program dari dinas pendidikan yang tidak jelas. Sebab, program 24 jam bagi guru bersertifikasi bukanlah hal baru.

“Kenapa harus mengorbankan siswa untuk memenuhi syarat sertifikasi itu,” ujarnya menyesalkan kebijakan tersebut.

Karena menurutnya, jika dilakukan pembagian rombongan belajar justru akan mengganggu konsentrasi anak dalam mengikuti pelajaran. Karena pada intinya yang dibutuhkan adalah peningkatan mutu pendidikan, bukan hanya agar guru bisa bekerja dan menerima gaji.

Ia juga mengatakan, mubajirnya tenaga guru di Siantar diakibatkan tidak adanya data base guru di dinas pendidikan. Karena, jika data base lengkap, maka dalam mengajukan guru yang akan disertifikasi dengan jumlah jam belajar yang ada akan bisa disesuaikan tanpa kekurangan jam mengajar.

Bahkan, Armaya menilai daripada membagi rombongan belajar, lebih efisien dilakukan dengan menambah jam belajar siswa. Jam belajar siswa ditambah hingga dua jam belajar dalam sehari. Dengan catatan harus mampu menyajikan dan mengimbangi kualitas belajar di bimbingan belajar.

Halaman12
Editor: Raden Armand Firdaus
Sumber: Tribun Medan
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas