Sujila Perjuangkan Pengakuan Anak dari Bripka Syahrudin
Tribun Medan - Kamis, 20 September 2012 22:22 WIB
Laporan Wartawan Tribun Medan / Feriansyah Nasution
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Sujila (42) warga Desa Bandar Setia, Jalan Buntu, Dusun VIII, Percut Sei Tuan mendatangi Polda Sumut, Kamis (20/9/2012) siang. Wanita beranak satu itu mengaku tidak dinafkahi selama 13 tahun oleh suaminya Bripka Syahrudin Lubis, yang bertugas di Polres Deliserdang.
"Sejak nikah sampai anak kami besar, sepeserpun kami tidak pernah dinafkahi. Malah sekarang dia (Bripka Syahrudin) sudah kawin lagi punya anak dua," ujar Sujila didampingi anak sematawayang mereka, AS (13).
Memang, Sujila tak mempunyai selembar suratpun membuktikan ia pernah menikah dengan Bripka Syahrudin, yang pada tahun 1999 itu masih dalam massa pendidikan usai lulus Secaba Polri di SPN Sampali Medan. Sujila hanya memperlihatkan satu lembar pernyataan yang ditandatangani abang kandungnya, Suherman. Isinya, bahwa adiknya Sujila tidak akan menuntut atau mengganggu Syahrudin yang masih dalam pendidikan masuk polisi.
Sujila menceritakan aib cintanya hingga mempunyai satu anak dari benih Syahrudin. 1998 silam, Bripka Syahrudin tertarik dengan Sujila.
"Waktu itu dia (Syahrudin) baru lulus bintara polisi, mau masuk pendidikan," ungkapnya.
Sujila pun tak langsung mau, kepada Syahrudin ia mengakui statusnya yang sudah janda beranak tiga. Bahkan, Sujila sempat menawarkan adiknya kepada Syahrudin.
"Aku nggak mau, aku maunya sama kakak (dirinya)," ucap Sujila menirukan Syahrudin saat itu.
Merasa yakin dengan cinta Syahrudin, Sujila pun menerima cinta polisi yang tinggal di Jalan Sekip, Pembangunan Baru, Lubuk Pakam itu. Enam tahun menjanda, ternyata Sujila tak tahan saat Syahrudin menggodanya. Suatu ketika pada malam hari, Sujila pasrah saat Syahrudin menjamahnya.
"Setelah malam itu kami melakukan kesalahan (berhubungan badan), besoknya dia langsung berangkat pendidikan," kata Sujila, yang saat itu tetap sabar menanti kepulangan pacarnya dengan telah berbadan dua.
"Dua bulan ada kesempatan Syahrudin pulang dari pendidikan polisi, kami pun menikah. Tapi hanya menikah dibawah tangan, disaksikan oleh beberapa keluarga masing-masing," katanya, sembari mengatakan saat itulah mereka membuat surat pernyataan tidak mengganggu Syahrudin yang masih pendidikan.
Mereka menikah di Sungai Rotan, Tembung, pada tanggal 16 November 1998
Usai pendidikan, buah cinta keduanya lahir tahun 1999. Bripka Syahrudin sempat melihat buah hatinya ketika berusia dua bulan.
"Sekali saja dilihat, siap itu nggak pernah lagi. Sampai sekarang, sampai besar gini," ujar Sujila berlinang air mata sambil menunjuk anak perempuan mereka.
Tiga tahun tak bertemu, Sujila mendengar Syahrudin sudah menikah dengan seorang wanita. Berkali-kali ia mendatangi Syahrudin untuk meminta pertanggung jawaban serta pengakuan anaknya, namun Syahrudin tak mau mengakuinya.
Tak putus asa, Sujila juga sempat mendatangi Kapolres Deli Serdang, AKBP Wawan Munawar. Namun, oleh petugas jaga Sujila tak diperbolehkan masuk."Sudah tujuh kali saya datang kesana (Polres Deli Serdang), tapi nggak dikasih ketemu. Malah Kapolresnya waktu saya lihat di dalam mobil tak mau turun," katanya.
Sujila dan anaknya AS juga sempat mendatangi rumah Syahrudin di Lubuk Pakam. Sujila dan anaknya dijamu oleh istri Bripka Syahrudin. Awalnya, istri Bripka Syahrudin tak percaya dengan pengakuan Sujila. Namun lama kelamaan, ibu bhayangkara itu percaya dan menangis sesungukkan.
"Istrinya baik, kami pun diterima dengan baik. Kami tidak ribut, karena sama-sama jadi korban penipuan Syahrudin. Waktu nikah Syahrudin ngaku lajang, padahal tidak," katanya.
Tadi, Sujila mendatangi Subdit IV/Renakta, Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polda Sumut. Hati Sujila semakin sedih saat pengaduannya ditolak PPA.
"Karena ibu tidak punya surat yang lengkap, jadi laporan ibu itu tidak bisa diterima. Kemana-mana puni bu sama saja," ujar seorang petugas PPA seperti ditirukan Sujila.
Akhirnya, Sujila mendatangi Bidang Profesi dan Pengamanan (Bid Propam) Polda Sumut untuk mengadukan suaminya. "Tadi di Propam langsung diperiksa, tapi kertas pertinggal laporannya nggak ada sama saya," ujar Sujila.
Sujila berharap, Kapolda Sumut Irjen Wisjnu Amat Sastro mau memberikan keadilan kepadanya. "Saya cuma mau keadilan, kalau memang dia bukan jodoh saya setidaknya dia harus tanggung jawab sama anaknya," harapnya.
Sementara, Kapolres Deliserdang, Wawan Munawar yang kebetulan hadir dalam Sertijab Kapolres Humbahas di Mapolda Sumut, menjawab masalah tersebut adalah peroblem pribadi keduanya.
"Kejadian itu kan waktu dia (Bripka Syahrudin) belum masuk polisi. Kalau dia sudah jadi polisi melakukan itu, akan saya tindak tegas," jawab Wawan usai acara sertijab. Wawan membenarkan Bripka Syahrudin saat ini bertugas di bagian Bakom Polres Deliserdang.
Wawan membantah tidak memedulikan kehadiran Sujila di kantornya. Menurut Wawan, ia telah melakukan upaya mediasi. "Tapi tidak ada titik temu," ujar Wawan sambil berlalu meninggalkan wartawan.
(fer/tribun-medan.com)
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Sujila (42) warga Desa Bandar Setia, Jalan Buntu, Dusun VIII, Percut Sei Tuan mendatangi Polda Sumut, Kamis (20/9/2012) siang. Wanita beranak satu itu mengaku tidak dinafkahi selama 13 tahun oleh suaminya Bripka Syahrudin Lubis, yang bertugas di Polres Deliserdang.
"Sejak nikah sampai anak kami besar, sepeserpun kami tidak pernah dinafkahi. Malah sekarang dia (Bripka Syahrudin) sudah kawin lagi punya anak dua," ujar Sujila didampingi anak sematawayang mereka, AS (13).
Memang, Sujila tak mempunyai selembar suratpun membuktikan ia pernah menikah dengan Bripka Syahrudin, yang pada tahun 1999 itu masih dalam massa pendidikan usai lulus Secaba Polri di SPN Sampali Medan. Sujila hanya memperlihatkan satu lembar pernyataan yang ditandatangani abang kandungnya, Suherman. Isinya, bahwa adiknya Sujila tidak akan menuntut atau mengganggu Syahrudin yang masih dalam pendidikan masuk polisi.
Sujila menceritakan aib cintanya hingga mempunyai satu anak dari benih Syahrudin. 1998 silam, Bripka Syahrudin tertarik dengan Sujila.
"Waktu itu dia (Syahrudin) baru lulus bintara polisi, mau masuk pendidikan," ungkapnya.
Sujila pun tak langsung mau, kepada Syahrudin ia mengakui statusnya yang sudah janda beranak tiga. Bahkan, Sujila sempat menawarkan adiknya kepada Syahrudin.
"Aku nggak mau, aku maunya sama kakak (dirinya)," ucap Sujila menirukan Syahrudin saat itu.
Merasa yakin dengan cinta Syahrudin, Sujila pun menerima cinta polisi yang tinggal di Jalan Sekip, Pembangunan Baru, Lubuk Pakam itu. Enam tahun menjanda, ternyata Sujila tak tahan saat Syahrudin menggodanya. Suatu ketika pada malam hari, Sujila pasrah saat Syahrudin menjamahnya.
"Setelah malam itu kami melakukan kesalahan (berhubungan badan), besoknya dia langsung berangkat pendidikan," kata Sujila, yang saat itu tetap sabar menanti kepulangan pacarnya dengan telah berbadan dua.
"Dua bulan ada kesempatan Syahrudin pulang dari pendidikan polisi, kami pun menikah. Tapi hanya menikah dibawah tangan, disaksikan oleh beberapa keluarga masing-masing," katanya, sembari mengatakan saat itulah mereka membuat surat pernyataan tidak mengganggu Syahrudin yang masih pendidikan.
Mereka menikah di Sungai Rotan, Tembung, pada tanggal 16 November 1998
Usai pendidikan, buah cinta keduanya lahir tahun 1999. Bripka Syahrudin sempat melihat buah hatinya ketika berusia dua bulan.
"Sekali saja dilihat, siap itu nggak pernah lagi. Sampai sekarang, sampai besar gini," ujar Sujila berlinang air mata sambil menunjuk anak perempuan mereka.
Tiga tahun tak bertemu, Sujila mendengar Syahrudin sudah menikah dengan seorang wanita. Berkali-kali ia mendatangi Syahrudin untuk meminta pertanggung jawaban serta pengakuan anaknya, namun Syahrudin tak mau mengakuinya.
Tak putus asa, Sujila juga sempat mendatangi Kapolres Deli Serdang, AKBP Wawan Munawar. Namun, oleh petugas jaga Sujila tak diperbolehkan masuk."Sudah tujuh kali saya datang kesana (Polres Deli Serdang), tapi nggak dikasih ketemu. Malah Kapolresnya waktu saya lihat di dalam mobil tak mau turun," katanya.
Sujila dan anaknya AS juga sempat mendatangi rumah Syahrudin di Lubuk Pakam. Sujila dan anaknya dijamu oleh istri Bripka Syahrudin. Awalnya, istri Bripka Syahrudin tak percaya dengan pengakuan Sujila. Namun lama kelamaan, ibu bhayangkara itu percaya dan menangis sesungukkan.
"Istrinya baik, kami pun diterima dengan baik. Kami tidak ribut, karena sama-sama jadi korban penipuan Syahrudin. Waktu nikah Syahrudin ngaku lajang, padahal tidak," katanya.
Tadi, Sujila mendatangi Subdit IV/Renakta, Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polda Sumut. Hati Sujila semakin sedih saat pengaduannya ditolak PPA.
"Karena ibu tidak punya surat yang lengkap, jadi laporan ibu itu tidak bisa diterima. Kemana-mana puni bu sama saja," ujar seorang petugas PPA seperti ditirukan Sujila.
Akhirnya, Sujila mendatangi Bidang Profesi dan Pengamanan (Bid Propam) Polda Sumut untuk mengadukan suaminya. "Tadi di Propam langsung diperiksa, tapi kertas pertinggal laporannya nggak ada sama saya," ujar Sujila.
Sujila berharap, Kapolda Sumut Irjen Wisjnu Amat Sastro mau memberikan keadilan kepadanya. "Saya cuma mau keadilan, kalau memang dia bukan jodoh saya setidaknya dia harus tanggung jawab sama anaknya," harapnya.
Sementara, Kapolres Deliserdang, Wawan Munawar yang kebetulan hadir dalam Sertijab Kapolres Humbahas di Mapolda Sumut, menjawab masalah tersebut adalah peroblem pribadi keduanya.
"Kejadian itu kan waktu dia (Bripka Syahrudin) belum masuk polisi. Kalau dia sudah jadi polisi melakukan itu, akan saya tindak tegas," jawab Wawan usai acara sertijab. Wawan membenarkan Bripka Syahrudin saat ini bertugas di bagian Bakom Polres Deliserdang.
Wawan membantah tidak memedulikan kehadiran Sujila di kantornya. Menurut Wawan, ia telah melakukan upaya mediasi. "Tapi tidak ada titik temu," ujar Wawan sambil berlalu meninggalkan wartawan.
(fer/tribun-medan.com)
Penulis : Feriansyah
Editor : Raden Armand Firdaus
Sumber : Tribun Medan
Bergabunglah dengan Tribun Medan Fans Page untuk update berita Medan da Sekitarnya.
Follow twitter kami di @tribunmedan untuk mengakses berita melalui twitter.
Download Tribun Medan Blackberry Launcher untuk memudahkan anda mengakses berita melalui perangkat blackberry.
Hit 407