Sabtu, 23 Mei 2015

Sanggar Sirulo Adakan Riset Sebelum Tampil

Selasa, 30 Oktober 2012 23:31

Sanggar Sirulo Adakan Riset Sebelum Tampil - Sanggar_Sirulo_Di_Neumann.jpg
tribun-medan.com/ayu prasandi

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Sanggar Seni Sirulo telah hampir setahun memperluas penampilannya dari mulai musik, tari dan vokal ke teater rakyat (tera). sanggar sirulo awalnya berbentuk tabloid komunitas karo. Seiring perkembangannya lalu dibuat menjadi sanggar tradisi yang menampilkan musik, tari dan vokal ke teater rakyat (tera).

Koordinator Sanggar Sirulo, Ita Apuliona Tarigan mengatakan, Di bulan Maret lalu, Sanggar  Sirulo tampil dalam bentuk terbarunya. Sebelumnya, Sanggar Seni Sirulo membatasi diri pada penampilan-penampilan yang merangkaikan musik, tari dan lagu-lagu tradisional Karo. Tapi, sejak sekitar awal tahun lalu, sanggar ini mengembangkan sayapnya ke teater rakyat.

Sanggar Sirulo sangat memperhatikan penampilan mulai dari pemilihan kostum, warna kostum, make up, penataan panggung hingga adaptasi dengan lingkungan tempat sanggar sirulo akan tampil. Sebelum tampil, Ita menjelaskan biasanya sanggar sirulo melakukan Riset terlebih dahulu. Riset dilakukan agar bisa beradaptasi dengan kebudayaan masyarakat dimana mereka akan menggelar suatu pertunjukan.

“6 April 2011 adalah penampilan perdana Sanggar Sirulo dalam rangka mengikuti Festival Teater Rakyat se-Sumut yang diadakan oleh Kominfo Provinsi Sumatera Utara di Hotel Dharma Deli, Medan. Bersaing dengan 14 kabupaten/kota di Sumatera Utara, termasuk Kabupaten Karo, Tera Sirulo yang mewakili Kota Medan berhasil menjadi Juara 3 dalam festival itu. Di acara ini, Tera sirulo menampilkan teater rakyat yang berjudul “Mengapa ke Kota?”, ujar Ita sapaan akrabnya kepada Tribun, Senin(29/10/2012).

Ita menjelaskan, Atas peraihan Juara 3 itu pula Kominfo Sumut mengirim Sanggar Sirulo untuk tampil di Pesta Tahunan Rakyat (kerja tahun) Desa Limang (Kecamatan Tigabinanga, Kabupaten Karo) 29 Juni 2011 lalu.

Tidak hanya itu, pada 15 Oktober 2011 lalu, sanggar Sirulo mengikuti Festival Teater Rakyat se Kabupaten Deliserdang mewakili Kecamatan Pancurbatu. Meski mendapat perhatian istimewa dari penonton, Tera sirulo dianggap oleh juri sebagai peserta yang disertakan tampil tapi tidak ikut dinilai karena sebagian besar pemainnya bukan warga Kecamatan Pancurbatu.

29 Oktober 2011, Masyarakat Jeruk Indonesia (MJI) Sumut bekerjasama dengan Panitia Kerja Tahun Desa Tanjungbarus (Kecamatan Barusjahe, Kabupaten Karo) mengundang sanggar  Sirulo tampil di pesta tahunan desa itu. Di sini, Sirulo menampilkan “Pertanian Organik, Ota!”

Halaman12
Penulis: Ayu Prasandi
Editor: Raden Armand Firdaus
Sumber: Tribun Medan
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas