• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 25 Oktober 2014
Tribun Medan

Sanggar Sirulo Adakan Riset Sebelum Tampil

Selasa, 30 Oktober 2012 23:31 WIB
Sanggar Sirulo Adakan Riset Sebelum Tampil - Sanggar_Sirulo_Di_Neumann.jpg
tribun-medan.com/ayu prasandi
Laporan Wartawan Tribun Medan/ Ayu Prasandi

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN -
Sanggar Seni Sirulo telah hampir setahun memperluas penampilannya dari mulai musik, tari dan vokal ke teater rakyat (tera). sanggar sirulo awalnya berbentuk tabloid komunitas karo. Seiring perkembangannya lalu dibuat menjadi sanggar tradisi yang menampilkan musik, tari dan vokal ke teater rakyat (tera).

Koordinator Sanggar Sirulo, Ita Apuliona Tarigan mengatakan, Di bulan Maret lalu, Sanggar  Sirulo tampil dalam bentuk terbarunya. Sebelumnya, Sanggar Seni Sirulo membatasi diri pada penampilan-penampilan yang merangkaikan musik, tari dan lagu-lagu tradisional Karo. Tapi, sejak sekitar awal tahun lalu, sanggar ini mengembangkan sayapnya ke teater rakyat.

Sanggar Sirulo sangat memperhatikan penampilan mulai dari pemilihan kostum, warna kostum, make up, penataan panggung hingga adaptasi dengan lingkungan tempat sanggar sirulo akan tampil. Sebelum tampil, Ita menjelaskan biasanya sanggar sirulo melakukan Riset terlebih dahulu. Riset dilakukan agar bisa beradaptasi dengan kebudayaan masyarakat dimana mereka akan menggelar suatu pertunjukan.

“6 April 2011 adalah penampilan perdana Sanggar Sirulo dalam rangka mengikuti Festival Teater Rakyat se-Sumut yang diadakan oleh Kominfo Provinsi Sumatera Utara di Hotel Dharma Deli, Medan. Bersaing dengan 14 kabupaten/kota di Sumatera Utara, termasuk Kabupaten Karo, Tera Sirulo yang mewakili Kota Medan berhasil menjadi Juara 3 dalam festival itu. Di acara ini, Tera sirulo menampilkan teater rakyat yang berjudul “Mengapa ke Kota?”, ujar Ita sapaan akrabnya kepada Tribun, Senin(29/10/2012).

Ita menjelaskan, Atas peraihan Juara 3 itu pula Kominfo Sumut mengirim Sanggar Sirulo untuk tampil di Pesta Tahunan Rakyat (kerja tahun) Desa Limang (Kecamatan Tigabinanga, Kabupaten Karo) 29 Juni 2011 lalu.

Tidak hanya itu, pada 15 Oktober 2011 lalu, sanggar Sirulo mengikuti Festival Teater Rakyat se Kabupaten Deliserdang mewakili Kecamatan Pancurbatu. Meski mendapat perhatian istimewa dari penonton, Tera sirulo dianggap oleh juri sebagai peserta yang disertakan tampil tapi tidak ikut dinilai karena sebagian besar pemainnya bukan warga Kecamatan Pancurbatu.

29 Oktober 2011, Masyarakat Jeruk Indonesia (MJI) Sumut bekerjasama dengan Panitia Kerja Tahun Desa Tanjungbarus (Kecamatan Barusjahe, Kabupaten Karo) mengundang sanggar  Sirulo tampil di pesta tahunan desa itu. Di sini, Sirulo menampilkan “Pertanian Organik, Ota!”

10 November 2011, sanggar Sirulo diminta mementaskan “Adat Kematen” sebagai acara penutupan seminar mengenai pelaksanaan acara Adat Kematen ditinjau dari teologi Kristen yang diadakan oleh Museum GBKP, Sibolangit. 19 Desember 2011, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumatera Utara meminta Sanggar Seni Sirulo menampilkan 3 paket pertunjukan seni tradisional Karo di road show Pesta Danau Toba 2011 di Open Stage Pesta Mejuah-juah, Berastagi. Satu diantara 3 paket itu adalah adalah teater rakyat. Saat itu, Tera Sirulo yang kembali diperkuat oleh pelawak kondang Bejeng Ginting menampilkan lagi “The Past and the Present in the Present”.

“Dalam setahun Sanggar Sirulo tampil 6 kali. Ini sebenarnya sebuah prestasi luar biasa mengingat perhatian terhadap teater rakyat akhir-akhir ini, baik di Indonesia apalagi di kalangan Karo, sangat sedikit,” tuturnya.

 “Saat ini sanggar Sirulo memiliki 15 orang anggota. Kami rutin mengadakan latihan pada seminggu sekali. Apabila ada yang ingin bergabung bisa daftar melalui facebook Tabloid Suara Sirolu,” kata Ita.

(cr3/tribun-medan.com)
Penulis: Ayu Prasandi
Editor: Raden Armand Firdaus
Sumber: Tribun Medan
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
144301 articles 33 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas