• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 31 Oktober 2014
Tribun Medan
Home » Sumut

Jembatan SiPef Simalungun Ambles

Rabu, 5 Desember 2012 21:37 WIB

Laporan Wartawan Tribun Medan/ Adol Frian Rumaijuk

TRIBUN-MEDAN.com, SIMALUNGUN
- Jembatan PKS Bukit Maradja (Sifef) Jl Asahan km 21 Desa Pematang Syahkuda, Kecamatan Gunung Malela, Simalungun yang menghubungkan Kota Pematangsiantar menuju Kabupaten Asahan ambles, Rabu (5/12/2012) sekira pukul 18.30 wib. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, satu unit angkutan kota terkubur longsor.

Longsor terjadi usai hujan lebat mengguyur kota Pematangsiantar dan sekitarnya. Untuk sementara, pihak kepolisian tengah melakukan pengamanan di lokasi tempat kejadian. Ratusan warga sekitar hingga malam hari masih berdatangan untuk menyaksikan amblasnya jembatan tersebut.

Curah hujan yang sangat tinggi mulai pukul 14.00-17.00 sehingga mengakibatkan volume air di sepanjang saluran parit cukup deras membuat sekeliling dinding jembatan terutama pondasi tergerus.

Saat amblasnya jembatan, sedang melintas sebuah mobil angkot Sinar Bangun Nomor 012 Nomor Polisi BK 7320 TL sehingga ikut terjerembab. Seorang  supir angkot  bernama Noven Ardian Simangunsong (29) warga Emplasmen Bah Jambi dapat di selamatkan, yang mengalami luka ringan.

Menurut keterangan pangulu Nagori Pematang Sahkuda Supendi mengatakan sebelum kejadian 1 bulan yang lalu sudah memberitahukan kepada KUPT Dinas Jalan dan Jembatan agar segera di kerjakan secepat mungkin. Mengingat kondisi musim hujan yang berkelanjutan.

Juga disampaikan, pihaknya telah menyampaikan surat kepada Dinas PU Bina Marga Provinsi. "Memang rencananya hendak di cerocok, namun entah kapan sementara bahan untuk itu sudah di persiapkan tapi belum juga di laksanakan. Akhirnya kejadian nya seperti ini," ujarnya. 

"Sudah kami surati 4 bulan yang lalu kepada PU Bina Marga agar segera di tangani karena kami sangat paham sekali dengan daerah itu, volume air sangat tinggi saat hujan," ujar Camat Gunung Malela Rony Rudyanto Butar-butar SSTP MSi.

Juga diampaikannya, bukan saja karena curah hujan didaerah itu. Namun juga banjir kiriman kerap menghampiri daerah itu. Sehingga jika tidak kuat pondasinya, akan tergerus dan turut terjadi longsor.

(afr / tribun-medan.com)
Editor: Silfa Humairah
Sumber: Tribun Medan
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas