Laporan Wartawan Tribun Medan : Eris Estrad

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Harga karet ekspor bergerak naik, tetapi tetap belum menyentuh tiga dolar AS per kilogram sehingga petani masih mengeluhkan murahnya harga jual bahan olah karet atau bokar.  Sekretaris Eksekutif Gabungan Perusahaan Karet Indonesia (Gapkindo) Sumut, Edy Irwansyah, mengatakan, harga jual karet jenis SIR20 di pasar internasional, untuk pengapalan Januari 2013 sudah berada di 2,913 dolar AS per kg dari sebelumnya rata-rata 2,850 dolar AS per kg. Kenaikan harga ini dipicu ketatnya pasokan pada awal tahun 2013.
 
“Memang ada tren kenaikan harga jual di pasar internasional, tetapi tetap saja belum menyentuh 3 dolar AS per kg, meski pasokan semakin ketat karena mendekati akhir tahun,” katanya.
 
Meski harga tren naik tetapi dengan fluktuasi cepat, maka harga jual bahan bakunya alias bokar relatif stabil di kisaran Rp 23.300 – Rp 25.300 per kg.
 
“Ada kemungkinan harga naik lagi menjelang triwulan I tahun 2013 yang dipicu naiknya permintaan sementara pasokan masih tetap ketat,”katanya. Naiknya permintaan karena awal tahun pabrikan karet kemungkinan akan aktif kembali. (ers/tribun-medan.com)