Rizaldi Gultom Gemar Makan

Siapa yang menyangka Rizaldi Gultom yang kini duduk sebagai Corporate

Rizaldi Gultom Gemar Makan
Laporan Wartawan Tribun Medan/ Irfan Azmi Silalahi

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN- Siapa yang menyangka Rizaldi Gultom yang kini duduk sebagai Corporate Communication XL Sumatera sangat gemar makan. Dari pengakuannya, pria satu anak ini menjelaskan sangat tertarik dengan dunia kuliner jauh-jauh hari sebelum dirinya bekerja di perusahaan telekomunikasi tersebut.

Acap kali bertemu dan berdiskusi dengan pria berkepala plontos ini, ia selalu memesan makanan yang tergolong banyak. Baginya selama bisa menikmati makanan ia akan mencobanya. Tetapi dirinya termasuk orang yang mudah bosan. Yang berakibat menu makan siangnya selalu berganti dari kafe atau warung satu ke lokasi lainnya.

"Saya senang makan, apalagi makanan yang tergolong unik. Ada kepuasan tersendiri jika kita sudah mencoba satu menu makanan di tempat tertentu. Tetapi saya juga cepat bosan, itu sebabnya pada waktu-waktu tertentu atau pada saat bertugas ke luar kota, saya sempatkan waktu untuk mencoba menu-menu baru yang pas dilidah saya," ujarnya, Sabtu (12/1) bertempat di Millenium Plaza.

Seperti hari itu, disela-sela acara XL Rally Android HotRod 3G+, bertempat di lantai lima Millenium Plaza, dirinya terlihat lebih tertarik mencoba menu-menu makanan yang tak biasa dicoba banyak orang. Alasannya pun tetap sama, yaitu ingin merasakan makanan baru dilidahnya.

Meski demikian, Rizal mengatakan tidak menyediakan dana khusus untuk hobi makannya. Makan baginya tetap kebutuhan pokok, di mana ia memanfaatkan hobi mencoba makanan-makanan baru lazimnya orang mengkonsumsi menu makan siang. "Sama saja kan. Kalau makan siang biasanya orang makan nasi saya beli roti atau mie. Jadi tidak ada dana khusus untuk itu," urainya sembari tertawa.

Pria yang pernah pula bekerja di beberapa media cetak di kota Medan ini menambahkan, hobi makannya membuat ia dengan mudah mengetahui mana-mana saja kafe atau warung nasi di kota Medan atau kota-kota lainnya di Sumatera menjual menu-menu yang pas dilidahnya dan para relasinya. "Kan tidak enak kalau ada relasi kita ajak makan tetapi tidak pas dilidahnya," ujarnya.

Namun, meski hampir seluruh menu makanan yang ada di Sumatera pernah ia coba dirinya tetaplah orang lokal yang tetap mencintai produk lokal. Kalau makanan-makanan di kafe dan restoran dengan mudah masuk kategori bosan dilidahnya, berbeda dengan masakan-masakan tertentu.

Meski awalnya malu menyebutkannya, perlahan-lahan Rizal mengungkapkan ia tidak pernah bosan dengan dua jenis menu makanan. Adalah pertama sayur daun ubi (singkong) tumbuk dan kedua ikan bawal goreng atau sambal, merupakan menu favoritnya.

"Bagaimanapun kita akan kembali ke fitrahnya. Kalau saya orang kampung ya makanannya kampung juga. Makanan-makanan modern enak sih, tetapi terlalu banyak kreasi dan komposisi bumbunya yang membuat lidah cepat bosanan. Kalau sayur daun ubi tumbuk dan ikan bawal, saya percaya sebagian besar masyarakat menyukai itu," ujarnya tertawa kembali.

Apa yang disampaikannya memang bisa dibenarkan. Dari beberapakali perjumpaan dengan Tribun, dirinya tetap memesan menu makanan tradisional meski dari banyak menu yang ia pesan didominasi makanan modern. Pecal, disebutkannya termasuk menu favoritnya pada saat jam-jam makan siang. (Irf)

Penulis: Irfan Azmi Silalahi
Editor: Silfa Humairah
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved