Laporan Wartawan Tribun Medan : Eris Estrada Sembiring

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Demi mengejar ekspansi besar-besaran di setiap wilayah, Alfamart menargetkan 30 persen kepemilikan unit usahanya dimiliki oleh setidaknya 30 persen pengusaha lokal asal Medan maupun Sumatera Utara (Sumut).

Pihak Alfamart optimistis gerai bisnis waralaba (franchise) yang dimiliki oleh pengusaha lokal akan mampu bersaing dengan bisnis ritel lainnya, meski telah lebih dulu menginjakkan kakinya, termasuk di Kota Medan.

Selain gerai yang dibangun oleh Alfamart sendiri, perusahaan yang sudah berdiri sejak tahun 1999 dan masuk ke Kota Medan akhir 2012 lalu ini juga menawarkan dua bentuk kerjasama. Yang pertama adalah franchise alias waralaba toko baru dengan nilai investasi mulai dari Rp 300 juta hingga Rp 400 jutaan, tergantung pada jumlah item produk yang dijual.

Nilai tersebut tidak termasuk lahan atau lokasi pertokoan yang harus disediakan si pelaku usaha. Ada beberapa langkah yang harus disiapkan, mulai dari presentasi awal, evaluasi lahan dan persetujuan, pengukuran evaluasi dan proyek, presentasi proposal, kesepakatan waralaba hingga persetujuan toko.

Ada pula bentuk take over alias pengambilalihan toko yang sudah berjalan dengan harga paket yang sudah ditentukan. Harganya bervariasi, namun sudah termasuk di dalamnya peralatan toko, perijinan dan aspek pelengkap lainnya.

“Selain milik Alfamart sendiri, kita juga memiliki beberapa unit gerai yang sudah berstatus franchise. Kita memang buka peluang yang besar bagi pengusaha lokal di Medan dan Sumatera. Dengan brand image yang kuat, standar manajemen pengelolaan yang baik, perkembangan usaha yang terus positif, kita yakin banyak pelaku usaha akan berinvestasi di Alfamart,” ujar Corporate Communication Coordinator PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk, Arif L Nursandi, Kamis (31/1) di Medan.(ers/tribun-medan.com)