Selasa, 23 Desember 2014
Tribun Medan

Imigrasi Cilacap Tunggu IOM untuk Tangani Imigran

Sabtu, 2 Februari 2013 21:36 WIB

TRIBUN-MEDAN.com, CILACAP - Pihak International Organization for Migration (IOM) hingga Sabtu (2/2/2013) pagi, belum mendatangi pihak Kantor Imigrasi Kelas II Cilacap, Jawa Tengah terkait pengurusan 24 imigran ilegal asal Sri Lanka yang terdampar di perairan selatan Pulau Nusakambangan beberapa hari lalu. Selain IOM, pihak Kedutaan Besar Sri Lanka juga belum merespons kontak dari pihak imigrasi Cilacap.

"Kami masih menunggu IOM. Pihak Kedubes Sri Lanka juga belum merespons," ujar Kepala Seksi Pengawas dan Penindakan Keimigrasian, Kantor Imigrasi Cilacap Edi Rohaedi.

Menurut dia, pihaknya baru bisa mengirim para imigran pencari suaka politik dan ekonomi dengan tujuan Australia ke Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Semarang, jika sudah berkoordinasi dengan IOM yang berwenang mengurusi persoalan imigran.

Kapal kayu yang mengangkut 25 imigran Sri Lanka mengalami kecelakaan laut di perairan selatan Pulau Nusakambangan dalam perjalanan menuju Pulau Cocos, Australia. Para penumpangnya dievakuasi petugas Senin (28/1/2013) malam. Sebelum menabrak karang, mesin kapal mati. Mereka bertahan tanpa makan dan minum selama 15 hari di Samudera Hindia.

Salah seorang imigran bernama Thangeswaran (36) dilaporkan menceburkan diri ke laut dan hingga kini belum ditemukan. Thangeswaran diduga mengira melihat daratan yang dianggap Pulau Cocos, Australia.

Dua imigran lainnya, Suta Nilakshan (25) dan Thampappela Vijayaraja (40) meninggal dunia akibat kelaparan dan dehidrasi. Selain itu, empat imigrag jatuh sakit dan dirawat di RSUD Cilacap.
Editor: Raden Armand Firdaus
Sumber: Kompas.com

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas