A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

Harga Daging Sapi Makin Melejit - Tribun Medan
Jumat, 28 November 2014
Tribun Medan

Harga Daging Sapi Makin Melejit

Jumat, 8 Februari 2013 12:57 WIB

Harga Daging Sapi Makin Melejit - r.jpg
TRIBUN-MEDAN.com, JAKARTA - Harga daging sapi di pasaran tak terbendung. Belakangan, harga karkas daging sapi melejit hingga 20 persen.

Dadang Iskandar, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Daging dan Sapi Potong Indonesia (Apdasi), memaparkan harga karkas daging sapi mencapai Rp 71.000-Rp 72.000 per kilogram (kg). Padahal, sebelumnya hanya di kisaran Rp 60.000 per kg.

"Harga di rumah potong hewan (RPH) tidak rasional. Kami perkirakan jelang Lebaran bisa lebih dari Rp 100.000 per kg," kata Dadang seperti dilansir Tribunnews dari KONTAN, Kamis (7/2/2013).

Apdasi menemukan indikasi banyaknya importir yang membeli sapi lokal betina. Jadi, baik sapi lokal maupun sapi impor dibeli oleh importir. "Sehingga mereka berkesempatan menjadi penentu harga jual," papar Dadang.

Makanya, Apdasi menuntut pemerintah supaya mencabut kebijakan pembelian sapi lokal oleh importir. Sebab, jika kebijakan ini berlanjut, gejolak harga makin tidak terkendali. Imbas jangka panjang, pengadaan sapi lokal dan impor hanya akan dikuasai segelintir pengusaha besar.

Tak hanya itu, Apdasi meminta pemerintah menyediakan pasokan sapi dengan harga terjangkau. Itu sebabnya, asosiasi mengusulkan pemerintah untuk mengimpor sapi trading siap potong, bukan sapi bakalan. Alasannya, harga sapi trading lebih murah ketimbang sapi bakalan. "Sehingga, nantinya, harga jual di konsumen bisa lebih murah," ujar Dadang.

Direktur Jenderal Peternakan Kementerian Pertanian Syukur Iwantoro mengakui, harga daging di beberapa wilayah masih tinggi, khususnya di DKI Jakarta. Katanya, harga daging sapi di Surabaya berkisar Rp 75.000-Rp 80.000 per kg, sedangkan di Jakarta Rp 90.000-Rp 95.000 per kg.

Menurut Syukur, tingginya harga daging di DKI Jakarta dan beberapa wilayah lainnya, akibat mahalnya harga sapi bakalan impor. Saat ini, harga sapi bakalan impor berada di kisaran 3,05 dollar AS per kg. Dengan harga segitu, minimal ketika sampai di kandang feedloter (penggemukan sapi) harganya sudah di kisaran Rp 32.000 per kg.

Alhasil, ketika dijual ke RPH, harganya mencapai Rp 34.000-Rp 35.000 per kg. "Makanya, harga daging di pasaran tidak bisa kurang dari Rp 85.000-Rp 90.000 per kg," tuturnya.

Sapi perah dipotong

Menurut Dadang, sebenarnya, populasi sapi di Indonesia cukup untuk menutupi kebutuhan. Tapi, persoalannya, tidak semua peternak menjual sapi. Biasanya, mereka baru menjual sapi jika membutuhkan uang.

Tak heran, banyak RPH yang membeli sapi perah untuk dipotong. Di sisi lain, peternak sapi perah pun lebih memilih menjual daging ketimbang susu. Maklum, harga jual daging menggiurkan. "Di Jawa Barat, saban hari ada sekitar 300-400 sapi perah yang dipotong di RPH," ungkap Dadang.

Meskipun harga daging sapi melejit, Syukur mengklaim, pemerintah tetap berjanji menjamin pasokan. Selama ini, 70 persen konsumsi daging sapi terbesar berada di DKI Jakarta dan Jawa Barat. "Kami memfasilitasi Gubernur DKI dan Gubernur Jabar untuk membuat kesepakatan dengan gubernur di daerah sentra produksi sapi, guna menjamin pasokan," ujarnya.

Sentra sapi mampu memasok 210.000 sapi untuk DKI Jakarta dan Jawa Barat sepanjang tahun ini. Sentra produksi sapi ada di NTT, NTB, Sulawesi Selatan, Jawa Timur, Bali, dan Jawa Tengah.
Editor: Silfa Humairah
Sumber: Tribunnews

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas