A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

Menyebut Setan dan Iblis, Wakapolda Sumut Dilaporkan - Tribun Medan
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 25 April 2014
Tribun Medan
Home » Sumut

Menyebut Setan dan Iblis, Wakapolda Sumut Dilaporkan

Rabu, 27 Februari 2013 17:36 WIB


Laporan Wartawan Tribun Medan/ Adol Frian Rumaijuk

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN
- Kehadiran Wakapolda Sumut, Minggu (13/1) di gereja HKBP Nomensen Pulo Brayan masih tandatanya bagi jemaat. Dinilai tidak pada tempatnya dan dituding melakukan hal tidak menyenangkan, akhirnya dilaporkan ke Mapolda Sumut.

Rudolf Stamler H Sinaga yang melaporkan Wakapoda Sumut yang saat itu dijabat Drs Cornelis Hutagaol ke Mapolda Sumut berharap, diproses secara adil. "Saya sudah diperiksa memang tadi. Tetap saya pesankan, agar laporan saya diproses," ujarnya kepada Tribun usai diperiksa Aiptu Ferdinan Pinem di ruang Jatanras Mapolda Sumut, Rabu (27/2/2013). Sebelumnya, laporan pengaduannya telah diterima dengan Laporan Polisi Nomor LP/49/I/2013 SPKT III tanggal 14 Januari 2013.

"Apa alasannya dia (Cornelius Hutagaol, red) menyebut saya seorang iblis, setan dan pengacau? Makanya saya laporkan, sebagai ketidak senangan saya," ujar Rudolf didampingi Kuasa Hukumnya Benny Simangunsong. Dan dikatakannya, sangat disayangkan ketika Cornelius saat itu justru menyuruh anggotanya menangkapi jemaat gereja. Meski akhirnya dilepaskan.

Campur tangan Wakapolda saat itu, dikatakannya justru menambah kisruh. "Sebelum hadirnya wakapolda yang didampingi Kapolsek Medan Timur tidak ada kisruh, namun setelah kedatangannya, makanya ribut sampai saat ini," ujarnya.

Senin kemarin, puluhan jemaat bersama penatua Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Ressort Pulo Brayan mendatangi kantor Distrik X-Medan-Aceh di Jl Sultan Agung Medan. Mempertanyakan nasib resort mereka yang dilanda kemelut kisruh akibat kepemimpinan ressort mereka.

Pada 13 Januari 2013, jemaat gereja HKBP Nommensen Ressort Pulo Brayan pecah menjadi dua kelompok. Kelompok yang pertama menamakan dirinya sebagai Kelompok Pro Peraturan HKBP Nommensen, dan satu lagi Pro Pdt PMH Simangunsong. Dua kelompok ini sempat terjadi adu mulut saat akan melaksanakan ibadah minggu. Namun keberadaan Wakapolda Sumut saat itu Cornelius Hutagaol yang hadir dengan Kapolsek setempat memerintahkan anggotanya menagkap kelompok Pro Peraturan HKBP Nommensen Pulo Brayan.(afr / tribun-medan.com)
Editor: Muhammad Tazli
Sumber: Tribun Medan
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
293101 articles 33 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
© 2014 TRIBUNnews.com All Right Reserved About Us Privacy Policy Help Terms of Use Redaksi Info iklan Contact Us Lowongan
Atas