Senin, 22 Desember 2014
Tribun Medan
Home » Sumut

Kasus Mikrot dan Marzuki Resmi Masuk Pengadilan Tipikor

Senin, 11 Maret 2013 20:00 WIB

Laporan Wartawan Tribun Medan / Akbar

TRIBUN-MEDAN.com, SIANTAR - Kasus dugaan korupsi bahan bakar minyak (BBM) Dinas Kebersihan Pemko Siantar tahun 2007 resmi dilimpahkan ke Pengadilan tindak pidana korupsi (Tipikor) Medan, Senin (11/3). Bersamaan dengan dua terdakwa yakni mantan Bendahara Rutin Dinas Kebersiahan Rahmad Marzuki dan Mikrot Sos.

Kedua terdakwa resmi dilimpahkan ke Pengadilan berdasarkan surat pelimpahan Kejaksan Negeri (Kejari) No 596/6:.12/Ft/03/2013 untuk Mikrot Sos dan No 597/6:.12/Ft/03/2013 Untuk Rahmad Marzuki tertanggal 8 Maret 2013 yang diantar langsung oleh kepela

Sementara itu, terkait dikabarkan sakitnya salah satu terdakwa yaitu mantan Kepala Dinas Kebersihan Jhonson Simanjuntak, Kepala Seksi Pidana Kusus (Kasi Pidsus) Mukharrom SH mengatakan Rahmad Marzuki dan Mikrot Sos serta berkasnya akan dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Medan. "Demikian juga dengan seluruh barang bukti yang diperoleh dan disita Kejari,"katanya, Senin (11/3).

Sedangkan untuk mantan Kadis Kebersihan Jhonson Simanjuntak yang dikabarkan sakit dan dirawat di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan, kata Mukharrom, perkara dan penahanan Jhonson Simanjuntak akan menyusul setelah dinyatakan sembuh oleh tim medis.

Dikatakan Mukharrom, pengantaran Rahmad Marzuki dan Mikrot beserta barang buktinya ke Pengadilan Tipikor akan dilaksanakan pagi hari ini (Selasa,red) sekitar pukul 10.00 WIB.

"Kita akan berangkat pagi agar waktu tidak banyak terbuang. Jika memungkinkan, kita akan datang ke rumah sakit untuk memastikan kebenaraan keadaan saudara Jhonson yang dikabarkan sakit,"ujarnya.

Kejari Siantar,akunya, akan mempersiapkan dokter khusus untuk memeriksa Jhonson Simanjuntak. Hal tersebut kata Mukharrom, bertujuan untuk memastikan keterangan surat sakit yang masuk ke Kejari selama ini.

"Kita hormati semua keterangan yang ada. Namun bukan semata-mata kita dapat percaya begitu saja. Semua harus dipastikan,"katanyaseraya menyatakan bahwa pemeriksaan dokter spesial dari Kejari akan dilaksanakan dalam kunjungan berikutnya.

Sebelumnya, Kejari Siantar resmi menahan dua terdakwa kasus dugaan korupsi Bahan Bakar Minyak (BBM) di Dinas Kebersihan Siantar, Rahmad Marzuki dan Mikrot, Senin (25/2) lalu.

Keduanya kini dimasukkan ke Lapas Klas II B Siantar Jalan Asahan. Selain kedua terdakwa yang sudah ditahan, ada salah seorang lagi, yakni mantan Kadis Kebersihan Jhonson Simanjuntak belum ditahan. Alasannya, yang bersangkutan sedang sakit berdasarkan surat keterangan dokter RSU Abdul Manan Simatupang KisaranNomor :440/157/2013 yang ditandatangani dr Eka Wildasari.

Ketiga terdakwa ditahan berdasarkan surat penahanan No 01/N.2.12/Fd.1/02/2013 untuk Mikrot SSos, No 03/N.2.12/Fd.1/02/2013 untuk Rahmad Marzuki dan 02/N.2.12/Fd.1/02/2013 untuk Jhonson, berlaku hingga 20 hari sejak dilakukan penahanan, Senin (25/2) lalu.

Dalam surat dakwaan yang masih dirahasiakan, Mukharrom menjelaskan bahwa ketiganya telah menjadi terdakwa dan terbukti melanggar pasal 2 ayat (1), pasal 3 dan pasal 9 Undang-undang Nomor 31 tahun 1999 jo Undang-undang Nomor 20 tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi dengan ancaman hukuman panjara seumur hidup serta denda Rp1 miliar.

"Ketiganya sudah menjadi terdakwa meski belum disidangkan. Karena kita sudah buat surat dakwaannya. Namun saat ini kita belum bisa mempublikasikan surat dakwaannya, karena sidang belum digelar,"ujarnya.

(akb/tribun-medan.com)
Penulis: Sofyan Akbar
Editor: Muhammad Tazli
Sumber: Tribun Medan

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas