A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

Kepergok Selingkuh, Kepsek Terancam Dipecat - Tribun Medan
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Rabu, 20 Agustus 2014
Tribun Medan

Kepergok Selingkuh, Kepsek Terancam Dipecat

Jumat, 19 April 2013 17:46 WIB

TRIBUN-MEDAN.com, KLATEN,  – Sebagai seseorang yang seharusnya menjadi panutan, namun malah memberikan contoh yang tidak baik, seharusnya mendapatkan hukuman. Itulah yang dilakukan Satpol PP Klaten setelah menjaring SS (53), seorang Kepala Sekolah Dasar dan JH (37), salah satu oknum guru di Kecamatan Polanharjo di salah satu kamar hotel di wilayah Penggung, Kecamatan Ceper.


“Keduanya lalu kami beri pembinaan, namun berhubungan yang bersangkutan masih berstatus PNS dan tenaga honorer Kategori Dua (K2), maka berkasnya kami limpahkan kepada Badan Kepegawaian Daerah (BKD),” tutur Kepala Bidang (Kabid) Penegakan Peraturan Daerah (Perda) Satpol PP Klaten, Rinto Patmono, saat ditemui di kantornya, Jumat (19/4).


Pada Kamis (18/4) lalu, keduanya terjaring dalam razia penyakit masyarakat (pekat) yang digelar Satpol PP Klaten. Pasangan terbukti bukan pasangan resmi, karena kepergok berduaan di kamar hotel dan tidak dapat menunjukan bukti sebagai pasangan resm. Mereka selanjutnya dibawa ke Kantor Satpol PP oleh petugas.


Dari hasil pendataan dan keterangan keduanya yang diperoleh Satpol PP, SS ternyata merupakan Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten yang bertugas sebagai kepala di salah satu SD di Polanharjo. Sedangkan, JH tercatat sebagai guru honorer di salah satu SD di Polanharjo.


“Perbuatan keduanya melanggar norma, terlebih profesi keduanya berkaitan dengan dunia pendidikan. Setelah melimpahkan berkas keduanya kepada BKD, keduanya akan terancam sanksi yang dikeluarkan BKD. Bentuknya apa dan kapan akan diberikan, itu diserahkan kepada BKD selaku instansi yang berwenang,” jelas Rinto.


Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Umum Kepegawaian BKD Klaten, Djoko Purnomo, tidak mengelak bahwa pasangan tidak resmi tersebut berstatus PNS dan tenaga honorer K2. Pekan depan, pihaknya akan memanggil keduanya untuk dimintai keterangan lebih lanjut.


“Jika terbukti melanggar, SS yang berstatus PNS akan menerima sanksi berat berupa penonaktifan atau diberhentikan secara tidak hormat. Sementara, bagi JH akan dicoret dari K2 dan tidak dapat mengikuti seleksi CPNS bagi tenaga honorer K2,” tegas Djoko.


SS dan JH merupakan satu pasangan dari 24 pasangan tidak resmi yang terjaring dalam razia penyakit masyarakat (pekat) yang digelar Satpol PP Klaten, Kamis (18/4). Selain sepasang PNS tersebut, juga ada pelajar sekolah tingkat menengah atas dari wilayah Sleman, DIY. (oda)

Editor: Muhammad Tazli
Sumber: Tribunnews
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
357041 articles 33 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas