Radiographer Harus Ikut Yakinkan Pasien
Banyaknya warga Indonesia yang berobat keluar negeri dianggap kare
Laporan Wartawan Tribun Medan/Liston Damanik
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN-Banyaknya warga Indonesia yang berobat keluar negeri dianggap karena rasa ketidakpercayaan pada layanan medis di dalam negeri. Ini menjadi cambuk bagi mitra kerja dokter di Indonesia terutama radiographer sebagai pendukung diagnosa para dokter.
Pendapat ini dikatakan oleh staf ahli menteri Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Bidang Kebijakan Publik Rusdianto pada acara Rakernas dan Workshop Radiologi Perhimpunan Radiographer Indonesia (PARI) di Grand Aston Medan, Sabtu (21/4/2013).
“Selain rasa ketidak percayaan kemungkinan juga ada rasa ketidakpuasan. Bila tidak berobat ke luar negeri merasa tidak puas. Jadi kita berharap agar semua pihak harus bekerja sama bisa meyakinkan bahwa memang kita ini setara dengan luar negeri,” ujarnya.
Rusdianto menyatakan apresiasi atas digelarnya rakernas dan workshop ini karena menunjukkan kemitraan antara Pari dengan pemerintah untuk mewujudkan radiografer yang handal.
Wakil Wali Kota Medan Dzulmi Eldin mengatakan, sebagai bagian dari metode melakukan diagnosa penyakit, pemeriksaan radiologi memiliki kedudukan yang sangat penting.
“Kita berharap dengan digelarnya Rakernas dan Workshop Radiologi dan Radiograpger ini bisa menambah pengetahuan bagi para peserta, para pengguna alat radiologi dan radiographer, lebih meningkatkan kualitasnya, dengan baiknya kualitas diagnosa, sehingga dokter lebih tahu penyakit dari pasien dan tentunya ini akan mengurangi warga untuk berobat ke luar negeri,“ ujarnya. (ton/tribun-medan.com)