Menkes Hadir ke LP Anak Medan

Kepadatan isi penjara dapat mempengaruhi kesehatan para anak yan

Tayang:
Editor: Muhammad Tazli
Laporan Wartawan Tribun Medan / Irfan Azmi Silalahi

MEDAN, TRIBUN-MEDAN.COM-MEDAN - Kepadatan isi penjara dapat mempengaruhi kesehatan para anak yang sedang menjalani pembinaan. Hal itu disampaikan Menteri Kesehatan (Menkes) RI, dr Nafsiah Mboi saat berkunjung ke LP Klas II A Anak Medan, Tanjung Gusta, guna meresmikan pusat Rehabilitasi Narkoba Terpadu, Jumat (26/4).

"Kami akan mencoba bicara bersama, dan pertama apakah memang perlu hanya pengguna harus masuk sampai sekian tahun. Sebab dalam undang-undangnya sendiri dikatakan pengguna sebenarnya tidak perlu dipenjara", tegas Menkes.

Nafsiah menyatakan, tindakan itu harus dilakukan karena telah ada penandatangan Nota Kesepahaman (MoU) pihaknya dengan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) tentang perlindungan dan rehabilitasi sosial anak yang berhadapan dengan hukum.

Pihak Kemenkes dan Kemenkumham telah mensepakati mekanisme permintaan second opinion dan penilaian medis bagi narapidana, tahanan dan anak didik LP/Rutan.

Menkes berharap, adanya program terapi rehabilitasi Napza tersebut, dapat dilakukan langkah-langkah untuk memasukkan pencegahan kekambuhan dalam program itu. Para petugas kesehatan juga diharap mampu memberikan layanan kesehatan bermutu, dalam upaya mendukung pencapaian getting ti Zero HIV-AIDS.

Selain itu, warga binaan pun hendaknya dapat mengikuti program pembinaan tersebut dengan baik, terutama anak-anak mendapat perhatian yang sungguh sesuai UU RI No.23 tahun 2002. Pembinaan ini nantinya tidak menggunakn cara-cara kekerasan fisik dan psikis, tidak diskriminatif dan memperhatikan pemenuhan hak anak.

Meskipun, sambungnya, belum ada satupun model terapi yang dapat menjamin pemulihan ketergantungan napza seseorang, namun diharap hal yg dirintis LP Anak Medan bermanfaat dan bisa menjadi percontohan di Indonesia.

Menkes juga mengapresiasi kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam program ini.

Di mana apresiasi ini diberikan kepada seluruh Lapas/Rutan di Indonesia khususnya Sumut. "Kita merasa bangga dengan dedikasi petugas kesehatan dalam aspek promotif-preventif. Selain aspek kuratif-rebailitatif ditengah tantangan yang ada," ujarnya.(Irf)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved