Motor dan Uang Dilarikan Oleh Pemuda Mengaku Polisi
Lisa (23) warga Desa Bejangkar, Kota Kisaran, Kabupaten Asahan,
TRIBUN-MEDAN.com, BINJAI - Lisa (23) warga Desa Bejangkar, Kota Kisaran, Kabupaten Asahan, hanya bisa menangis sambil meratapi nasibnya saat membuat laporan ke Unit Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Binjai, jumat (26/4/2013).
Wanita yang baru satu bulan menetap di kota rambutan ini, mengaku telah menjadi korban penipuan setelah uang Rp 4.350.000,- miliknya dan sepeda motor honda revo milik temannya Indahwati (24) dibawa kabur seorang pria mengaku petugas kepolisian dari Polsek Selesai.
Ia menceritakan, peristiwa bermula saat korban bermaksud melaporkan temannya Indahwati ke Mapolsek Selesai terkait persoalan utang-piutang senilai Rp 8 juta. Saat di tengah perjalanan, menuju kantor polisi Rabu (24/4), korban berpapasan dengan pelaku yang mengaku sebagai oknum petugas Polsek Selesai bernama Ilham Barus.
Karena yakin dengan penampilan dan sikap pelaku, ia pun mulai berbicara panjang lebar guna mengadukan nasibnya sebelum memutuskan membuat laporan ke pihak kepolisian.
Alhasil ia pun dibujuk untuk menyelesaikan persoalan tersebut secara kekeluargaan melalui pertemuan langsung dengan temannya Indahwati di rumahnya di Desa Padang Cermin, Kecamatan Selesai, Kabupaten Langkat.
Sesampai di tempat tujuan, korban dengan didampingi pelaku lantas mendesak Indahwati melunasi seluruh utangnya. Namun hal tersebut tidak bisa diberikan oleh Indahwati mengingat jumlah uang yang bisa diberikan hanya sekitar Rp 4.3 juta.
Merasa tidak puas dengan jumlah uang yang diberikan, pelaku kemudian meminta Indahwati, untuk menyerahkan sepedamotornya sebagai jaminan pengembalian sisa utang kepada korban. Ironisnya setelah seluruh uang dan sepedamotor tersebut diberikan kepada korban, di tengah perjalanan pulang tepatnya di kawasan Simpang Selesai, pelaku meminta korban untuk menitipkan uang dan sepedamotor tersebut kepadanya untuk sementara waktu dan akan dikembalikan keesokan harinya usai bertemu di kawasan Pasar Tavip Kota Binjai.
Namun setelah korban datang dan menunggu di lokasi yang dijanjikan, pelaku tidak kunjung hadir. Bahkan nomor telepon genggam pelaku juga tidak aktif saat coba dihubungi oleh korban. Sadar telah jadi korban penipuan, Lisa pun langsung mendatangi Mapolsek Binjai Kota yang jaraknya tidak terlalu jauh dari lokasi tersebut.
Kapolsek Selesai AKP M Dahlan saat dihubungi, mengaku tidak mengenal nama oknum yang dimaksud oleh korban karena sama sekali tidak terdaftar sebagai anggota Polsek Selesai.
“Ngak ada nama anggota kita itu, coba ke Polres Binjai,” jelasnya.(ari/tribun-medan.com)