Asnur Sempat Teriak Rampok
Penggerebekan rumah Asnur diwarnai dengan perlawanan dari Asnur
Laporan Wartawan Tribun Medan / Joseph Ginting
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN -Penggerebekan rumah Asnur diwarnai dengan perlawanan dari Asnur. Wanita yang mengaku tidak mengetahui sepak terjang putranya tersebut sempat meneriaki polisi maling sehingga puluhan warga sempat mengerumumi rumahnya dengan bermodalkan senjata tajam.
"Kami sempat diteriaki rampok. Namun setelah kami mengatakan kami polisi dan memasang police line, akhirnya warga mundur," ujar seorang petugas yang melakukan penangkapan, kepada Tribun, Senin (20/5/2013)
Ketika ditanya mengapa Asnur meneriaki polisi rampok, wanita yang mengaku baru saja tiba di Medan ini mengaku berteriak karena polisi memasuki rumahnya bagaikan maling.
"Orang itu tiba-tiba datang mendobrak rumahku. Kaya maling saja, aku teriak ajalah," ujar wanita yang saat penggerebekan mengaku tengah mengendong cucunya yang baru berumur beberapa hari.
"Rumahku diberantakinnya. Pintu kamar anakku Dody dibuka pakai linggis," ujarnya.
Namun Asnur tidak mengakui barang haram tersebut sebagai miliknya melainkan anaknya.
"Aku ngak tau itu barang siapa. Bukan punya saya kok," ujarnya.
Dari rumah warga Denai Gang Enam nomer 14 ini, polisi mengamankan 2,4 Gram sabu, empat kartu ATM, tiga KTP, tiga handphone, dua borgol, empat timbangan, empat lapto dan buku catatan.
(Cr4/tribun-medan.com)