Memilih dan Memasang Alarm
Alarm konvensional yang saat ini beredar, rata-rata berfungsi memperlambat
Laporan wartawan Tribun Medan/Younus
MEDAN-TRIBUN.com, MEDAN - Alarm konvensional yang saat ini beredar, rata-rata berfungsi memperlambat proses kerja maling. Karena harus melumpuhkan sistem tersebut terlebih dahulu sebelum membawa kabur mobil. Caranya dengan memotong kabel sirine alarm atau memutus kabel di sekitar kepala aki.Tapi kini banyak produsen alarm yang sudah punya beberapa komponen jitu untuk mengakalinya.
"Alarm dengan harga murah (di bawah Rp 1 juta) lebih mudah dilumpuhkan maling. Usahakan membeli alarm dengan fitur beragam untuk menyulitkan kerja maling. Termasuk yang bisa membuatnya ketahuan. Kalau sudah begini, mereka akan langsung kabur," kata Eddy Suhaedi, Manajer Pengembangan Bisnis, Rema Tip Top Indonesia, distributor alarm di Tanah Airm, seperti dilansir Kompas.com, belum lama ini.
Beberapa langkah yang harus diperhatikan sebelum memilih alarm agar aman di antaranya;
1. Cari model dengan fitur beragam dengan punya banyak kemampuan, misalnya GPS treking untuk memonitor keberadaan mobil, mematikan mesin dari jauh (lewat internet), ponsel pintar. "Makin banyak pelengkap, kerja kerja maling kiat sulit. Memang harus mengeluarkan dana lebih besar. Tapi itu konsekuensi yang harus dibayar," ujar Eddy, seperit dilansir otomotifnet.com, belum lama ini.
2. Sembunyikan letak sirine di lokasi yang sulit digapai tangan. Kabel penghubung sebisa mungkin melewati jalur yang sulit dijangkau atau tidak terlihat. Hal tersebut akan menyulitkan maling melumpuhkan sirine.
3. Lindungi kabel di sekitar kepala aki dengan bahan yang tidak mudah dipotong. Tidak perlu terlalu panjang, minimal 5-7 cm dari kepala aki.
(yns/tribun-medan.com)