A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

Nilai Tambah dengan Kopi Arabika - Tribun Medan
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 29 Agustus 2014
Tribun Medan

Nilai Tambah dengan Kopi Arabika

Senin, 20 Mei 2013 08:40 WIB
Nilai Tambah dengan Kopi Arabika - kopi.jpg
IST
Ilustrasi Kopi
TRIBUN-MEDAN.com, JAKARTA - Agar petani kopi bisa mendapat nilai tambah lebih besar dari produksi tanaman, maka dianjurkan agar mentransformasi dari tanaman kopi robusta ke arabika. Selain harganya tiga kali lebih mahal, arabika disukai pasar dan para penikmat kopi khusus.

Jika sebelum ini produksi kopi arabika hanya 10 persen dari produksi nasional sekitar 680.000 ton, kini sudah mencapai 15 persen. Idealnya produksi nasional kopi arabika harus 30 persen.

Hal ini diungkapkan Yusianto, peneliti pada Pusat Penelitian Kopi dan Kakao (Puslit Koka) Indonesia pada sarasehan ”Prospek Agribisnis Kopi Arabika” di Fakultas Pertanian Universitas Jember, Jawa Timur, Sabtu (18/5/2013). ”Kini sudah banyak petani beralih dari tanaman kopi robusta ke arabika,” kata Yusianto.

Selama ini kopi arabika dikenal dengan tanaman di dataran dengan ketinggian lebih dari 1.000 meter dari permukaan laut. Kini sudah bisa di dataran sedang dengan ketinggian 700 meter.

Untuk mentransformasi dari tanaman kopi varietas robusta ke arabika, kata Yusianto, tidak perlu mengganti pohon, tetapi dilakukan dengan cara sambung pucuk. Artinya, menyambung tunas air pada batang robusta dengan pucuk jenis arabika.

Awalnya tahun 1696, kopi arabika pertama di Nusantara ditanam di dataran rendah di Betawi. ”Bagi petani kopi di ketinggian sedang yang ingin mengganti klon (varietas) robusta jadi arabika, di Puslit Kopi dan Kakao tersedia benih dengan berbagai klon yang dibutuhkan,” kata Yusianto.

H Misbachul Khoiri Ali, Ketua Asosiasi Petani Kopi Indonesia Jember, mengatakan, petani kopi rakyat masih mengolah hasil budidaya secara asalan. Hanya sebagian kecil yang sudah mengolah kopi secara basah.

”Sekarang ada sekitar 500 hektar tanaman kopi robusta diubah menjadi arabika. Tahun depan akan ada bantuan bibit dari pemerintah provinsi mengganti 500 hektar robusta jadi arabika,” kata Misbachul Khoiri Ali.

Sementara itu, pengusaha Oesman Sapta Odang, di Jakarta, Jumat malam, di sela menjadi juri pada final pemilihan Miss Coffee 2013, menegaskan, Indonesia harus lebih meningkatkan citra dan pemasaran kopi. Produk kopi Indonesia beragam, dan Indonesia termasuk salah satu produsen kopi besar dunia. Dengan modal itu, harusnya kopi Indonesia bisa menguasai pasar.

Pengusaha Oesman Sapta Odang mengatakan itu, Jumat (17/5/2013), di Jakarta, di sela menjadi juri pada malam final pemilihan Miss Coffee 2013. Terpilih sebagai Miss Coffee Indonesia 2013 adalah Elizabeth Priscillia, wakil dari Provinsi Sumatera Utara.

Oesman mengingatkan jangan sampai semua kopi dari negara lain masuk ke Indonesia. ”Kita juga harus meningkatkan pemasaran agar kopi kita berperan,” katanya.

Pertumbuhan ekspor kopi rata-rata mencapai 10,5 persen per tahun.

Total kontribusi kopi untuk ekspor nonmigas pada 2012 naik 20,5 persen dari tahun sebelumnya menjadi 1,2 miliar dollar AS. (MAS/SIR)
Editor: Raden Armand Firdaus
Sumber: Kompas.com
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
389612 articles 33 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas