Devisa Sumut dari Aluminium Melorot

Nilai penerimaan devisa Sumatera Utara dari komoditas aluminium

Tayang:
Editor: Muhammad Tazli
Laporan Wartawan Tribun Medan : Eris Estrada Sembiring

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Nilai penerimaan devisa Sumatera Utara dari komoditas aluminium di di awal tahun ini juga merosot hingga sebanyak 25,34 juta dolar AS dari  69,98 juta dolar AS menjadi 44,64 juta dolar AS. Penurunan sekitar 36,22 persen ini, menurut Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut, Suharno, seiring dengan volume ekspor aluminium dari Sumut yang juga berkurang, disamping dampak dari melemahnya harga jual aluminium akibat krisis global.

“Ada tren penurunan ekspor aluminium di Sumatera Utara baik dibandingkan tahun sebelumnya maupun bulan sebelumnya. Padahal aluminium merupakan salah satu dari sepuluh golongan barang utama ekspor di Sumut, sehingga mempengaruhi penurunan penerimaan devisa di Sumut,” katanya.  

Direktur Umum dan Sumber Daya Manusia PT Inalum, Nasril Kamaruddin mengatakan, saat ini Inalum memang telah meningkatkan produksi aluminium batangan dari 225.000 ton menjadi 250.000 ton per tahun. Namun untuk bisa memasok kebutuhan aluminium dalam negeri, termasuk Sumut, harus menunggu Inalum resmi menjadi milik pemerintah terlebih dahulu.

“Kalau sudah sah menjadi milik pemerintah, siapapun yang ditugaskan mengelola, kita bisa memasok kebutuhan dalam negeri, termasuk Sumut. Banyak potensi yang bisa dilakukan termasuk hilirisasi industri aluminium di Sumut. Kalau sekarang kita memang harus mengekspor sebagian besar produksi kita,” jelasnya.(ers/tribun-medan.com))

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved