Syarifuddin Pernah Diteriaki Maling

Syarifruddin Siregar mengaku punya sabuk hitam dan 4 bela diri Kar

Tayang:
Editor: Muhammad Tazli


Laporan Wartawan Tribun Medan / Fahrizal Fahmi Daulay

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Syarifruddin Siregar mengaku punya sabuk hitam dan 4 bela diri Karate. Ia mengaku kesibukannya berlatih bela diri tersebut bukan bermaksud buat pamer, namun sebaliknya untuk mempertahankan diri saat diserang musuh.

Namun siapa yang tahu kalau dirinya saat bekerja di Bank Perkreditan Rakyat (BPR) pernah diteriaki maling saat berhadapan dengan nasabahnya yang nakal karena tidak membayar tagihan kreditnya.

“Paling tidak dengan berlatih bela diri kita bisa menghindari gangguan dari luar, kita kan sudah dididik untuk mempertahankan diri kita,” kata Syarifuddin yang saat ini aktif di Kadin Sumut sebagai wakil ketua umum bidang perbankan saat ditemui Tribun akhir pekan lalu di Medan. 

Di samping, bisa mempertahankan diri saat diserang oleh musuh, Syarifuddin mengaku bisa menjaga kebugaran tubuh.

Pasalnya dengan berlatih bela diri tersebut ia bisa melakukan gerakan-garakan olah raga. 

”Di sini kita juga bisa menjaga sportifitas,” ujarnya.

Syarifuddin mengenang beberapa tahun yang lalu Syarifuddin pernah mendapatkan insiden bertemu dengan klien yang sulit diajak bekerjasama. Apalagi ia sudah lama menekuni dunia perbankan dimana kerap berhadapan dengan orang banyak.

Sepuluh tahun yang lalu saat bekerja di BPR, Syarifuddin dan diriksi tempatnya bekerja mengaku pernah turun ke lapangan menemui nasabah nakal untuk menagih hutang yang telah lama nunggak.

”Kita kan datang waktu itu dengan itikad baik menagih hutang yang telah lama tidak dibayar,” kata mantan ketua Perhimpuan Bank Perkreditan Rakyat Indonesia (Perbarindo) Sumut itu.

Namun yang hadapi Syarifuddin justru diluar dugaan, ia dan kawan-kawannya di BPR justru diteriaki maling. Sehingga membuat para tetangga sang nasabah lainnya pada berdatangan dan berkerumun, siap untuk memukul dirinya dan kawan-kawannya.

Awalnya ia mengaku sudah menjelaskan niat kedatangan ke rumah nasabahnya tersebut dengan baik-baik, namun insiden perkelahian antara kedua belah pihak tidak bisa dihindari.

Karena merasa terancam, menghadapi massa yang jumlahnya puluhan siap menghajar mereka, Syarifuddin pun spontan mempertahankan diri. Dalam perkelahian ini pergelangan tangan Syarifuddin sempat retak, karena mendapat pukulan kayu.

Namun pada akhirnya sang Nasabah nakal itu bisa dilumpuhkan, karena ia telah memprovokasi massa sehingga terjadi insiden perkelahian tersebut.

”Untungnya saya punya pertahanan diri setelah berlatih ilmu bela diri, saya pikir ternyata ada gunanya juga belajar selama bertahun-tahun,” katanya.

(riz/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved