Beberapa Tes Dijalani Seblum Memutuskan Euthanasia
Ada beberapa tes yang harus dilakukan untuk memastikan bahwa
Laporan Wartawan Tribun Medan /Maulina Siregar
TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN - Ada beberapa tes yang harus dilakukan untuk memastikan bahwa si pasien berada dalam kondisi mati batang otak. Tes yang dilakukan tersebut juga harus mendapat persetujuan dari dua sampai tiga orang dokter spesialis saraf, dokter atau ahli anastesi dan kepala ruangan ICU. Begitu pula komunikasi dengan pihak keluarga. IZin persetujuan yang diberikan oleh keluarga dibuktikan dengan dokumen atau surat pernyataan.
Tes ulang juga perlu dilakukan untuk mencegah kesalahan pengamatan dan perubahan tanda-tanda. Interval waktu berkisal 25 menit sampai 24 jam bergantung pada rumah sakit atau rekomendasi yang dianut. Begitu pula dengan menegakkan diagnosis mati batang otak . Prof Dr Oloan Siahaan,SPAN KIC, anastesiolog intensivist , sebelumnya mengatakan, pasien yang telah kehilangan refleks batang otak, tidak ada respons terhadap cahaya, tidak ada refleks kornea, tak ada refleks vestibule ocular, tak da respon motor dalam distribusi saraf cranial ata rangsangan adekuat pada area somatic dan tidak ada refleks muntah atau batuk terhadap rangsang oleh kateter isap yang dimasukkan dalam trakea. Kemudian tes yang paling pokok untuk fungsi batang otak adalah tes untuk henti nafas.
(mom/tribun-medan.com)