Mio Dua Wajah
Yamaha Mio Sporty ini dibuat dua fungsi oleh pemiliknya, Fiski Yandi. Sepeda motor lansiran tahun 2011 itu sesekali tampil garang di
Sejak masih duduk di bangku kelas I SMA, laki-laki yang akrab disapa Fiski ini memang sudah menggeluti dunia balap, yakni drag race. Namun sekitar dua tahun belakangan ini, ia mengaku mulai menggemari modifikasi.
"Jadi saya punya dua hobi namun masih di bidang otomotif. Yaitu balapan drag race dan modifikasi motor. Jadi meskipun bidangnya sama tapi ini jelas beda. Yang satu kebut-kebutan, satu lagi kontes atau mejeng," ujar Fiski, sesuai melakukan pemotretan di kantor Tribun Medan, Jalan Wahid Hasyim, Medan, Selasa (28/5).
Karena saat ini Fiski hanya menggunakan satu sepeda motor, ia mendesain Mio ini untuk digunakan di ajang balapan dan kontes. "Jadi kalau balapan beberapa aksesoris dicopot. Misalnya handle, batok depan dan sayap-sayap belakang. Pas ikut modifikasi dipasang lagi, dirapikan lagi," ujar dia.
Untuk konsep modifikasinya, kata Fiksi, mengusung tema Grafik. "Jadi aku lebih main di airbrush dan aksesoris. Soalnya kan biar gampang bongkar pasangnya untuk balapan," katanya.
Untuk menunjang ubahannya ini, modifikasi yang dilakukan Fiksi meliputi, airbrush dan modifikasi HKS airbrush Jalan Garu 1, Medan, lingkar TDR 17, handle Ride It, sokbreker YSS series, untuk baut full Monel, knalpot SND, karburator PE 28, CDI BRT, ban Drag Blaster, spidometer Takegawa, jok Bridge dan chrome Eva and Rose.
Meski tak terlalu banyak mengalami perubahan, Mio ini telah memboyong sejumlah penghargaan di berbagai kontes modifikasi. Di antaranya juara Harapan 3 Sumatra Bike Week dan Harapan 2 Yamaha Motor Show. "Selain asyik dipandang dan jadi perhatian cewek-cewek, sepeda motor modifikasi juga bisa ngebanggain pemiliknya kalau dapat piala di kontes," kata Fiski. "Untuk biaya modifikasinya juga enggak terlalu mahal, sekitar Rp 4 jutaan," ujarnya.
(yns/tribun-medan.com)