A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

Larangan Perluasan Areal Lahan Pertanian Harus Diterapkan - Tribun Medan
Senin, 24 November 2014
Tribun Medan
Home » Sumut

Larangan Perluasan Areal Lahan Pertanian Harus Diterapkan

Kamis, 6 Juni 2013 20:59 WIB

Laporan Wartawan Tribun Medan : Eris Estrada Sembiring


TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN-
Demi menjaga ketahanan pangan dan perluasan areal pertanian di Sumatera Utara, Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI dari Sumut, Parlindungan Purba meminta peraturan daerah tentang larangan alih fungsi lahan pertanian bisa segera diberlakukan. Dengan adanya peraturan dan pemberian sanksi, katanya, diharapkan lahan pertanian Sumut bisa terjaga dan sekaligus menjaga ketahanan pangan di Sumut.

 

“Terjadi alih fungsi lahan pertanian yang semakin luas di Sumut. Larangan tentang ini harus segera diberlakukan kalau kita ingin tetap menjaga ketahanan pangan daerah ini,” katanya, Kamis (6/6) di Medan.

 

Apalagi sebagai salah satu sentra produksi padi nasional, katanya, seharusnya Sumut bisa berkontribusi signifikan. Mengingat konsumsi beras Sumut juga terbilang cukup tinggi, mencapai 136 kilogram perkapita setiap tahun.

 

Pihak Dinas Pertanian Sumut juga mengaku kesulitan memperluas areal tanaman padi baru menyusul semakin luasnya lahan yang digunakan untuk pembangunan rumah dan untuk perkebunan. Tercatat, sepanjang tahun 2013 saja, Sumut hanya bisa menambah cetak sawah baru seluas 400 hektare.

 

“Pencetakan sawah baru seluas 400 hektare itu  dilakukan di Labuhanbatu Selatan, Tapanuli Selatan, Nias, dan Toba Samosir. Pencetakan sawah ini memang sudah mulai dilakukan menyusul program yang sudah dijalankan sejak tahun 2008,” kata Kadis Pertanian Sumut, M Roem. Sebelum tahun ini, Distan sudah membuka 1.800 hektare lahan sawah baru untuk menggenjot produksi padi di Sumut.

 

Akumulasi sejak tahun 2008 itu, diakuinya, jumlah cetak sawah dan ladang baru padi di Sumut sudah banyak, tetapi tetap saja persentasenya masih jauh di bawah areal yang hilang dan terancam akan hilang lagi akibat alih fungsi lahan ke perumahan dan perkebunan. Tercatat, luas lahan pertanian yang beralih fungsi hingga tahun 2012 sudah mencapai sekitar 2.000 hektare.

 

"Memang tren penurunan alih fungsi lahan dalam beberapa tahun terakhir karena pemerintah provinsi, kabupaten/kota semakin meningkatkan pengawasan. Tapi tetap saja jumlahnya masih besar," tambahnya. Dengan penambahan areal baru ini, ia berharap peningkatan produktivitas dan menjaga alih fungsi lahan, diharapkan target produksi padi Sumut tahun 2013 yang sebesar 3,88 juta ton dari realisasi 2012 yang mencapai 3,84 juta ton bisa tercapai.

 

Secara produksi padi dari Sumatra Utara meningkat dari 1,6 juta ton pada 2011 menjadi 3,7 juta ton di tahun 2012, karena adanya penambahan luas lahan pertanian dan peningkatan produktivitas tanaman. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumut mencatat angka Sementara (Asem) produksi padi Sumut pada 2012 naik sebesar 108.111 ton Gabah Kering Giling (GKG) dibandingkan dengan produksi Angka Tetap (ATAP) 2011.

 

Roem mengemukakan, peningkatan produksi disebabkan peningkatan luas panen sebesar 7.552 hektare atau 1 persen dan peningkatan produktivitas hasil per hekare  sebesar 0,94 kuintal per hektare atau 1,97 persen dari harga penjualan.

 

“Untuk kontribusi produksi padi terbesar dari 32 kabupaten kota di Sumut adalah Simalungun, yakni sebesar 12,80 persen dan terendah di Tanjung Balai sebesar 0,03 persen,”ungkapnya.

 

Batasi Lahan Perkebunan


Dinas Perkebunan Sumut juga menutup peluang  perluasan lahan perkebunan.  Sumut diyakini telah memiliki lahan perkebunan yang cukup luas, yakni 1.999.574 hektare sehingga dinilai tidak perlu dilakukan perluasan lagi.

 

Jumlah lahan perkebunan tersebut bukan hanya milik sejumlah PTPN, melainkan perkebunan masyarakat, perusahaan swasta nasional, dan perusahaan swasta asing.

 

"Dengan jumlah lahan perkebunan yang cukup luas tersebut, kita tidak mungkin mengambil kebijakan perluasan lahan, melainkan sudah seharusnya pengembangan kualitas dan produktivitas," kata Kadis Perkebunan Sumut, Aspan Sofian. (ers/tribun-medan.com)
Penulis: Eris Estrada
Editor: Raden Armand Firdaus
Sumber: Tribun Medan

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas