A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

LBH Ratas Akan Pra Pradilkan Kapolresta Siantar - Tribun Medan
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 24 Juli 2014
Tribun Medan
Home » Sumut

LBH Ratas Akan Pra Pradilkan Kapolresta Siantar

Senin, 10 Juni 2013 19:05 WIB
Laporan Wartawan Tribun Medan / Akbar

TRIBUN-MEDAN.com, SIANTAR -
Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Raja Talun Simalungun (Ratas) akan Pra Pradilkan Kapolresta Siantar. Hal ini dikatakan Pimpinan LBH Ratas Kolahman Saragih, Senin (10/6). Ia menyatakan pihaknya akan Pra Pradilkan orang nomor satu di Polresta Siantar karena Kapolresta tidak profesional dalam menjalankan tugasnya sebagai pimpinan aparat penegak hukum di Kota Siantar.

"Sampai saat ini pihak Kepolisian setempat tak kunjung melakukan penahanan terhadap beberapa tersangka pemalsuan surat di Yayasan Universitas Simalungun (USI),"katanya.

"Jika dalam waktu dekat pihak Kepolisian tak kunjung menangkap si Minten dan rekan-rekannya, kami akan pra pradilkan Kapolres."ujar pimpinan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Raja Talun Simalungun (Ratas), Kolahman Saragih.

Saat ini, kata Kolahman, pihak Kepolisian hanya menahan 2 tersangka yakni Pdt Parningotan Viktor Haloho dan Marja R Purba. Sementara, 3 tersangka pemalsuan surat lainnya yakni DR (HC) Minten Saragih, Ir Washington Sipayung dan Dr Polentyno Girsang masih bebas berkeliaran.

Awalnya, melalui surat yang diterima LBH Ratas dari pihak Kepolisian Resort Kota Siantar No B/83/II/2013 tertanggal 26 Februari lalu, aparat Kepolisian telah menetapkan 1 orang tersangka yakni Dr Polentino Girsang sebagai tersangka kasus pemalsuan surat pemberhentian Ketua Yayasan USI yang dipegang Masdin Saragih.

Selanjutnya, aku Kolahman, pihak Kepolisian setempat melalui surat No  156/IV/2013/Reskrim tanggal 22 April 2013 aparat Kepolisian telah menetapkan 5 orang tersangka yakni Pdt Parningotan Viktor Haloho, DR HC Minten Saragih, Marja Purba, Ir Washington Sipayung dan Dr Polentyno Girsang sebagai tersangka.

Ironisnya, saat ini hanya 2 dari 5 tersangka itu yang telah ditahan oleh aparat, sementara 3 tersangka lainnya masih bebas berkeliaran. "Kita sudah kordinasi, jika dikatakan DPO mana surat DPO nya. Agar kita kirim surat itu ke Interpol karena kabar burung yang kita terima salah seorang tersangka saat ini melarikan diri ke Jerman,"ujarnya.

Dalam hal ini, secara pribadi dia sangat menyayangkan sikap yang diambil oleh aparat Kepolisian. Sebab, beberapa orang tersangka lainnya khususnya Minten Saragih yang juga dikenal sebagai pimpinan salah satu Organisasi Kepemudaan (OKP) di Kota Siantar masih sering terlihat di Siantar.

"Jumat (7/6) lalu, kita sudah sampaikan surat kepada pihak Kepolisian terkait masalah ini. Surat itu sudah kita tembuskan ke Kapolda, Kapolri, Komisi A DPRD Sumut dan Komisi III DPR RI sebagai laporan. Apabila dalam waktu dekat tak ditanggapi, kami akan Prapradilkan Kapolresta sebagai pimpinan di instansi itu,"katanya sembari menyatakan saat ini pihaknya masih menyusun kelengkapan berkas untuk mengajukan prapradilan itu.

Terkait masalah ini, Kabag Humas Polresta Siantar Ajun Komisaris Polisi (AKP) Effendi Tarigan saat dihubungi melalui selularnya menyatakan silahkan tanya ke LBH Ratas. "Kan mereka yang bertujuan untuk Pra Pradilkan Kapolresta. Jadi silahkan saja tanya mereka,"katanya, Senin (10/6).

Ia mengaku, pihaknya sudah menahan kepada dua tersangka Pdt Parningotan Viktor Haloho dan Marja R Purba sedangkan yang tiga lain masih dalam tahap pencarian. Namun, kata Effendi, dua orang tersebut dibantarkan karena sakit. "Kedua orang tersebut dibantarkan karena sakit. Namun saya tidak ingat dirumah sakit mana mereka dirawat karena saya tidak pegang berkas kedua orang yang dibantarkan itu,"ujarnya.

(akb/tribun-medan.com)
Penulis: Sofyan Akbar
Editor: Raden Armand Firdaus
Sumber: Tribun Medan
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas