Tidak Ada Permainan Dalam Ujian PSB Di SMA Negeri 4 Siantar

Kepala Dinas Pendidikan Kota Siantar Resman Panjaitan menepis

Tayang:

Laporan Wartawan Tribun Medan / Akbar

TRIBUN-MEDAN.com, SIANTAR - Kepala Dinas Pendidikan Kota Siantar Resman Panjaitan menepis adanya permainan dalam ujian Penerimaan Siswa baru (PSB) di SMA Negeri 4 Kota Siantar. "Tidak ada permainan dalam ujian PSB ini. Kelulusan bagi siswa ditentukan 40 persen dari NIM dan 60 persen dari ujian yang dilakukan oleh siswa itu sendiri,"katanya saat dijumpai diruang kerjanya seraya menyatakan kelulusan siswa tergantung pada kemampuan mereka, Rabu (19/6).

Ujian PSB tersebut kata Resman, sudah sesuai dengan Petunjuk Teknis (Juknis) yang ada. Jadi, sambungnya, tidak ada terjadi permainan dalam PSB ini. Mengenai tidak adanya nilai siswa tertera dalam pengumuman yang dikeluarkan Pemerintah Kota (Pemko) Siantar melalui Dinas Pendidikan, orang nomor satu di Dinas Pendidikan ini menyatakan masalah itu kebijakan dari dinas sendiri. "Bukan berarti dengan kebijakan tersebut, orangtua siswa tidak bisa melihat berapa nilai anaknya. Bagi orangtua yang ingin mengetahui berapa nilai yang diperoleh anaknya baik yang lulus maupun yang tidak lulus bisa langsung datang ke Dinas Pendidikan Kota Siantar. Jadi sifatnya hanya tergantung permintaan dari orangtua siswa,"ujarnya seraya menyatakan pihaknya melakukan hal itu dikarenakan untuk menjaga harga diri dari siswa yang mengikuti ujian PSB.

"Kan bisa saja siswa yang lulus dengan nilai terendah dari seluruh kalkulasi nilai yang ikut ujian masuk di SMA Negeri 4 menjadi minder dan tidak percaya diri. Atas dasar itulah kami tidak menyertakan berapa nilai dari masing-masing siswa dalam ujian PSB ini,"ujarnya.

Ia menyatakan semua siswa yang diterima di SMA Negeri 4 Kota Siantar kebanyakan dari warga Kota Siantar dan dari sekolah yang terbaik yang ada di kota ini seperti sekolah SMP Bintang Timur, Cinta Rakyat, Kalam Kudus dan SMP Negeri 1 Kota Siantar. Siswa yang diterima di SMA Negeri 4 Siantar kata pria bertubuh tinggi ini, sebanyak 384 siswa. Itu semua, sambungnya, sesuai dengan kuota bangku yang ada di SMA Negeri 4 tersebut. "Satu ruangan di sekolah tersebut bisa menampung 32 siswa dan ada 12 ruangan belajar (Rumbel) yang diperuntukkan bagi siswa baru,"katanya.

(akb/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved