Istana Bogor Dijaga Ketat

Aparat kepolisian, dan Polisi Militer memperketat pengamanan Istana Presiden di Bogor. Jumlah personel ditambah dan

Istana Bogor Dijaga Ketat

TRIBUN-MEDAN.com,BOGOR- Aparat kepolisian, dan Polisi Militer memperketat pengamanan Istana Presiden di Bogor. Jumlah personel ditambah dan disiagakan di sektiar istana Bogor mengantisipasi kemungkinan buruk terkait pencurian sebanyak 250 batang bahan peledak berupa dinamit milik PT Batu Sarana Persada, perusahaan tambang yang berkantor di Desa Renjasjajar, Kecamatan Cigedug, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Polresta Bogor meningkatkan penjagaan di beberapa objek vital terkait, termasuk Kebun Raya Bogor. Istana Bogor terletak di tengah Kebun Raya Bogor.  Penambahan personel keamanan terlihat di sekitar Istana Bogor, kemarin siang.

"Sudah bersiaga di sekitar Istana Bogor dan berkoordinasi dengan Denpom. Pemeriksaan secara detil dilakukan terhadap orang-orang atau kendaraan yang keluar masuk di sekitar Istana," kata Kapolres Kota Bogor AKBP Bahtiar Ujang Purnama.

Polisi merazia mobil, baik mkendaraan pribadi maupun angkutan umum di beberapa titik di sepanjang jalan protokol di wilayah Kota Bogor. "Ini untuk melakukan penyekatan-penyekatan dan mempersempit ruang gerak pelaku. Terkait apakah benar atau tidak kejadian ini (pencurian dinamit, Red), kami tetap akan lakukan antisipasi," imbuh AKBP Bahtiar.

Kendaraan pengangkut, seperti mobil kotak yang melintas di Jalan Raya Pajajaran, Sukasari, Kota Bogor, diperiksa lebih lama. "Belum ada informasi apakah barang yang hilang itu dibawa menggunakan kendaraan roda empat atau bukan. Tapi ini kita lakukan sebagai bentuk antisipasi," kata Bahtiar.

Terpisah, Kepala Kepolisian Resor Kabupaten Bogor, AKBP Asep Syafrudin, mengatakan masih menyelidiki kejadian hilangnya ratusan dinamit yang diangkut truk dalam perjalanan menuju Cigudeg, Bogor.  "Saat ini masih melakukan penyelidikan. Razia serentak kami lakukan untuk mempersempit ruang gerak pelaku," kata AKBP Asep.

Kepala Kepolisian Daerah Jawa Barat Irjen Pol Suhardi Alius mengungkapkan truk pengangkut dinamit milik PT Batu Sarana Persada berangkat dari Subang ke Bogor, Rabu (26/6) siang. "Berangkat dari Subang empat truk membawa dinamit kepunyaan PT Batu Sarana Persada sebuah perusahaan tambang batu. Truk berangkat pukul 14.00 WIB. Setelah ditelusuri ternyata truk dari Subang tidak langsung ke Bogor, tapi mampir ke gudang di Jakarta Utara," kata Suhardi melalu sambungan telepon.

Gudang yang disinggahi truk pengangkut dinamit di Jakarta Utara tersebut merupakan gudang milik PT MNK sebuah perusahaan produsen bahan kimia, termasuk untuk pengadaan dinamit. Empat truk jenis Colt Diesel berangkat dari Gudang Handak PT MNK Subang dengan mengangkut handak jenis amonium nitrat sebanyak 30.000 kilogram, dinamit 2.000 kilogram yang dibungkus 80 kardus berisi 10.000 batang dinamit, kemudian detonator listrik 4.000 biji.

Truk tersebut bermalam di gudang. Kemudian, Kamis (27/6) pukul 04.00 WIB, truk kembali bergerak ke rute tujuan di Bogor. Saat keempat truk tiba di Cigudeg, Bogor sekitar pukul 06.00 WIB, petugas dan personel tim teknik perusahaan langsung mengecek truk Colt Diesel dengan Nomor Polisi T-8952-TF, terpal penutup telah sobek. Setelah dicek ulang, ternyata 250 dinamit yang disimpan di dua dus tidak ada dikendaraan tersebut.
"Sesampainya di Bogor, jumlah dinamit tersebut kembali dicek kembali, ternyata ada kekurangan dua kardus," kata Suhardi.

Hingga saat ini masih belum diketahui kemana kekurangan tersebut. Kepolisian masih menelusurinya lebih jauh. "Kami masih menelusurinya, apakah hilang karena dicuri atau ada salah hitung," katanya.

Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: Silfa Humairah
Sumber: Tribunnews
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2016
About Us
Help