Selasa, 25 November 2014
Tribun Medan

Istana Bogor Dijaga Ketat

Jumat, 28 Juni 2013 09:21 WIB

Istana Bogor Dijaga Ketat

TRIBUN-MEDAN.com,BOGOR- Aparat kepolisian, dan Polisi Militer memperketat pengamanan Istana Presiden di Bogor. Jumlah personel ditambah dan disiagakan di sektiar istana Bogor mengantisipasi kemungkinan buruk terkait pencurian sebanyak 250 batang bahan peledak berupa dinamit milik PT Batu Sarana Persada, perusahaan tambang yang berkantor di Desa Renjasjajar, Kecamatan Cigedug, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Polresta Bogor meningkatkan penjagaan di beberapa objek vital terkait, termasuk Kebun Raya Bogor. Istana Bogor terletak di tengah Kebun Raya Bogor.  Penambahan personel keamanan terlihat di sekitar Istana Bogor, kemarin siang.

"Sudah bersiaga di sekitar Istana Bogor dan berkoordinasi dengan Denpom. Pemeriksaan secara detil dilakukan terhadap orang-orang atau kendaraan yang keluar masuk di sekitar Istana," kata Kapolres Kota Bogor AKBP Bahtiar Ujang Purnama.

Polisi merazia mobil, baik mkendaraan pribadi maupun angkutan umum di beberapa titik di sepanjang jalan protokol di wilayah Kota Bogor. "Ini untuk melakukan penyekatan-penyekatan dan mempersempit ruang gerak pelaku. Terkait apakah benar atau tidak kejadian ini (pencurian dinamit, Red), kami tetap akan lakukan antisipasi," imbuh AKBP Bahtiar.

Kendaraan pengangkut, seperti mobil kotak yang melintas di Jalan Raya Pajajaran, Sukasari, Kota Bogor, diperiksa lebih lama. "Belum ada informasi apakah barang yang hilang itu dibawa menggunakan kendaraan roda empat atau bukan. Tapi ini kita lakukan sebagai bentuk antisipasi," kata Bahtiar.

Terpisah, Kepala Kepolisian Resor Kabupaten Bogor, AKBP Asep Syafrudin, mengatakan masih menyelidiki kejadian hilangnya ratusan dinamit yang diangkut truk dalam perjalanan menuju Cigudeg, Bogor.  "Saat ini masih melakukan penyelidikan. Razia serentak kami lakukan untuk mempersempit ruang gerak pelaku," kata AKBP Asep.

Kepala Kepolisian Daerah Jawa Barat Irjen Pol Suhardi Alius mengungkapkan truk pengangkut dinamit milik PT Batu Sarana Persada berangkat dari Subang ke Bogor, Rabu (26/6) siang. "Berangkat dari Subang empat truk membawa dinamit kepunyaan PT Batu Sarana Persada sebuah perusahaan tambang batu. Truk berangkat pukul 14.00 WIB. Setelah ditelusuri ternyata truk dari Subang tidak langsung ke Bogor, tapi mampir ke gudang di Jakarta Utara," kata Suhardi melalu sambungan telepon.

Gudang yang disinggahi truk pengangkut dinamit di Jakarta Utara tersebut merupakan gudang milik PT MNK sebuah perusahaan produsen bahan kimia, termasuk untuk pengadaan dinamit. Empat truk jenis Colt Diesel berangkat dari Gudang Handak PT MNK Subang dengan mengangkut handak jenis amonium nitrat sebanyak 30.000 kilogram, dinamit 2.000 kilogram yang dibungkus 80 kardus berisi 10.000 batang dinamit, kemudian detonator listrik 4.000 biji.

Truk tersebut bermalam di gudang. Kemudian, Kamis (27/6) pukul 04.00 WIB, truk kembali bergerak ke rute tujuan di Bogor. Saat keempat truk tiba di Cigudeg, Bogor sekitar pukul 06.00 WIB, petugas dan personel tim teknik perusahaan langsung mengecek truk Colt Diesel dengan Nomor Polisi T-8952-TF, terpal penutup telah sobek. Setelah dicek ulang, ternyata 250 dinamit yang disimpan di dua dus tidak ada dikendaraan tersebut.
"Sesampainya di Bogor, jumlah dinamit tersebut kembali dicek kembali, ternyata ada kekurangan dua kardus," kata Suhardi.

Hingga saat ini masih belum diketahui kemana kekurangan tersebut. Kepolisian masih menelusurinya lebih jauh. "Kami masih menelusurinya, apakah hilang karena dicuri atau ada salah hitung," katanya.

Diberitakan sebelumnya, sebanyak 250 dinamit aktif, status siap meledak, dikabarkan hilang saat diantar dari pabrik pembuaan dinamit di Kalijati Kabupaten Subang, Jawa Barat, ke Kabupaten Bogor. "Iya benar, namun lokasi di mana hilangnya masih belum diketahui," kata Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Martinus Sitompul di Bandung.

Martinus menyebutkan jumlah dinamit yang hilang lebih mencapai ratusan. "Kayaknya lebih dari 250 buah. Diduga dicuri karena ada sobekan terpal," kata Martinus. Ia melanjutkan, "Polisi sudah memeriksa kernet dan sopir truk untuk mendalami penyelidikan dugaan hilangnya 250 dinamit."

Menurutnya, dinamit itu dibawa dari Kalijati Subang menuju Marunda Jakarta Utara selanjutnya ke Bogor. Namun, hingga kini belum diketahui letak pastinya di mana dinamit-dinamit siap ledak itu hilang. "Kami masih menyelidikinya untuk mengetahui tepat di mana lokasi hilangnya dinamit itu," kata Martinus.

Kepala Polda Jabar Irjen Suhardi Alius sudah menginstruksikan kepada polres/polrestabes untuk melakukan investigasi dan melakukan razia kendaraan, khususnya di wilayah Polres Subang dan Polres Bogor. "Kami sendiri akan bentuk tim investigasi untuk menyelidikinya," paparnya.

Martinus menegaskan, dinamit siap ledak yang raib itu bukan milik polri, dan hingga kini masih menyelidiki bahan peledak yang hilang itu milik perusahaan mana.

Dinamit itu sedianya hendak digunakan perusahaan tambang, PT Batu Sarana Persada. Semula, informasi menyebut PT batu Sarana membeli dari PT Dahana di Subang. Namun Humas PT Dahana Juli Jajuly membantahnya. "Bukan, itu bukan dari PT Dahana. Bahan peledak yang katanya dicuri, produk dari kompetitor kami di Cikampek, PT MNK," kata Juli Jajuly.

Dia menegaskan, berdasarkan informasi yang dihimpunnya, bahan peledak tersebut hilang saat tengah dibawa dari Cikampek. "Itu barangnya dari PT MNK yang dibawa dari Cikampek menuju Bogor. Namun di tengah jalan katanya ada yang mencuri. Sejauh ini, hanya itu yang bisa kami jelaskan. Bahan peledak dari PT Dahana, dalam kondisi aman, tidak ada yang dicuri," ujarnya.

Informasi mengenai adanya pencurian 250 batang dinamit ini tersebar melalui layanan Broadcast BlackBerry Messanger (BBM). Tujuan BBM untuk sejumlah pejabat kepolisian di Polda Jabar, termasuk Detasemen Khusus 88, perihal dicurinya 250 batang dinamit siap pakai.

Editor: Silfa Humairah
Sumber: Tribunnews

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas