Kamis, 27 November 2014
Tribun Medan

Dicopot dari Gerindra, Ramses-Rudolf Nyatakan Itu Fitnah dan Tendensius

Kamis, 11 Juli 2013 19:04 WIB

Laporan Wartawan Tribun Medan/Feriansyah Nasution

TRIBUN-MEDAN.com, Medan - Ketua Umum dan Ketua Pembina Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra Sumut, Ramses Simbolon dan Rudolf Pardede mengaku dirugikan dengan pemberitaan Koran Sindo Medan yang dimuat, Rabu (10/7/2013) lalu.

Berita yang ditampilkan pada halaman pertama serta bersambung ke halaman 11 diberi judul "Ramses-Rudolf Dicopot, Gus Ketua Gerindra Sumut" itu, dituding sebagai fitnah dan pencemaran nama baik bagi dua petinggi di Partai Gerindra Sumut tersebut.

"Berita ini sangat tidak benar dan berkesan tendesius. Harusnya informasi itu dikonfirmasi lebih dahulu ke kami, sehingga layak menjadi sebuah bacaan," ujar Ramses Simbolon didampingi Borkat Harahap SH dan Salomo SH selaku kuasa hukum Rudolf Pardede kepada wartawan di Jalan Pattimura Medan, Kamis (11/7/2013) sore. Ramses menunjukan foto copyan koran berita dimaksud.

Ramses mengaku menyayangkan pemberitaan yang isinya juga menuding adanya 'money politics' dilakukan dirinya maupun ketua dewan pembinanya, Rudolf Pardede.

"Harusnya ada fakta yang dimunculkan dalam sebuah pemberitaan. Kalau memang fakta mengenai 'money politics' ada, tolong dibuktikan," tukasnya mengaku nama baiknya sudah tercemar atas pemberitaan tersebut.

Ramses Simbolon mengaku hingga kini tidak mendapat surat pencopotan sebagai Ketua Gerindra Sumut dari Ketua Dewan Pembina DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto. "Ini kan jelas mencoreng nama baik dan organisasi yang saya pimpin," katanya.

Dalam pemberitaan dimaksud, menyebut Ramses Simbolon telah dicopot dari jabatan Ketua DPD Gerindra Sumut dan digantikan Gus Irawan Pasaribu. Sedang Rudolf M Pardede yang menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina digantikan Rustam Effendi (RE) Nainggolan. Koran Sindo Medan mengutip berita dari sumber anonim di DPP Partai Gerindra.

Setelah mendapat kabar itu, Ramses mengaku langsung coba konfirmasi ke pengurus pusat. "Saya tanya beberapa pengurus DPP, mereka juga bilang tidak mengetahui tentang informasi itu," katanya.

Sebagai kader, lanjutnya, ia tetap bekerja secara normal dalam menjalankan tugas-tugas kepartaian. "Baru kemarin saya menerima instruksi untuk melaksanakan Training of Trainer (TOT) saksi untuk menghadapi Pemilu 2014," sebutnya.

Senada, kuasa hukum Rudolf Pardede, Borkat Harahap SH juga menyesalkan kliennya dituding terlibat praktek money politik dalam kapasitas sebagai Ketua Dewan Pembina Gerindra Sumut.

"Berita ini benar-benar fitnah dan bohong. Pak Rudolf sedang mempertimbangkan untuk melakukan gugatan hukum, baik secara perdata mapun pidana," kata Borkat.

(fer/tribun-medan.com)

Penulis: Feriansyah
Editor: Raden Armand Firdaus
Sumber: Tribun Medan

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas