Kamis, 27 November 2014
Tribun Medan

Mana Saja Negara-negara Terkorup di Dunia?

Kamis, 11 Juli 2013 10:24 WIB

Mana Saja Negara-negara Terkorup di Dunia?
Transparency International
Peta korupsi di dunia 

Jika anda melakukan praktek suap dalam setahun terakhir, anda tidak sendirian. Menurut survei terbaru lembaga pemantau korupsi Transparency International, lebih dari seperempat orang di seluruh dunia membayar suap ketika berhadapan dengan pelayanan publik dalam 12 bulan terakhir.

Barometer Korupsi Global 2013 Transparency International didasarkan pada wawancara dengan 114.270 orang di 107 negara. Lembaga itu menggunakan survei opini publik untuk memperkirakan prevalensi korupsi di lembaga-lembaga nasional di seluruh dunia.

Laporan itu menyimpulkan, sebagaimana dilaporkan Huffington Post, Rabu (10/7), bahwa meskipun suap merupakan masalah global, praktek itu tidak merata di seluruh dunia.

Berdasarkan laporan tersebut, kurang dari 5 persen responden di 16 negara mengaku memberikan suap, sementara lebih dari setengah orang-orang yang disurvei di 14 negara lain melaporkan bahwa mereka membayar suap kepada para pejabat publik. Dari 14 negara, 11 berada di Afrika. Negera-negara Afrika itu antara lain Libya pasca-Khadafy, di mana 62 persen responden melaporkan mereka telah membayar suap, dan Liberia, yang punya angka menakjubkan, yaitu 75 persen responden telah menyogok para pejabat. Di Kenya, di mana para legislator baru-baru ini berupaya untuk menaikkan gaji mereka hingga 84 kali lipat dari rata-rata gaji orang Kenya, 70 persen responden mengatakan mereka telah memberi suap untuk para penjabat.

Denmark, Finlandia, Jepang, dan Australia termasuk negara-negara yang tergolong bersih dari korupsi. Hanya 1 persen responden di masing-masing negara itu yang mengaku telah membayar suap untuk pejabat publik.

Di Amerika Serikat, secara rata-rata 1 dalam 14 orang mengatakan bahwa mereka membayar suap kepada pejabat publik. Dari mereka yang membayar itu, 7 persen mengatakan mereka menyogok polisi, 11 persen mengatakan mereka menyuap pendidik dan 15 persen mengatakan mereka menyuap hakim. Warga Amerika juga mengatakan mereka melihat partai politik sebagai lembaga publik terkorup, dengan 76 persen responden menyatakan bahwa partai politik dicemari korupsi.

Di 36 negara, termasuk Indonesia, para responden menyebutkan bahwa kepolisian merupakan lembaga yang paling korup.

Data suap dari 12 negara lain tidak dapat dimasukkan dalam survei itu karena kekhawatiran terkait validitas data. Beberapa negara dalam kelompok ini sudah terkenal punya masalah korupsi, termasuk Rusia, Albania, dan Brasil, di mana layanan publik yang buruk dan pajak yang tinggi telah mendorong protes massal pada Juni lalu. (Lihat peta di atas untuk mendapat gambaran tentang praktek korupsi di seluruh dunia.)

Editor: Muhammad Tazli
Sumber: Kompas.com

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas