• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 1 November 2014
Tribun Medan
Home » Sumut

Korupsi Alkes Labusel, Polda Tahan Lima Tersangka

Jumat, 19 Juli 2013 23:28 WIB

* Termasuk Kadis Kesehatan Labusel

Laporan Wartawan Tribun Medan/Feriansyah Nasution

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN -  Direktorat Reserse Kriiminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumut menetapkan lima orang tersangka kasus korupsi pengadaan alat kesehatan dan KB di Kabupaten Labuhanbatu Selatan. Lima tersangka, W, JT, TN alias As, Syn dan R masih dalam perjalanan setelah dijemput paksa penyidik. Kelimanya akan langsung ditahan hari ini.

"Kelima tersangka kita jemput paksa sekarang dan akan langsung kita tahan," ujar Direktur Ditreskrimsuus Polda Sumut Kombes Sadono Budi Nugroho, Jumat (19/7/2013) di Mapolda Sumut.

Sadono mengungkapkan penetapan tersangka itu berdasarkan hasil audit yang dilakukan oleh BPKP (Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan) Sumut.

"Begitu hasil audit keluar, jelas ada kerugian negara, selanjutnya kita mencari siapa orang yang bertanggungjawab," ujar Sadono.

Sadono tak menampik saat ditanya apakah salah seorang tersangka ituu adalah Kadis Kesehatan Labuhanbatu Selatan, dr Rusman Lubis, "Ya, salah satunya," aku Sadono.

Kasus dugaan korupsi yang terjadi pada alat kesehatan (Alkes) kedokteran dan KB ini muncul kepermukaan saat serahterima tiga unit Refrigerator Centrifuge dalam keadaan rekondisi dan dua unit Incubator Transport yang diperkirakan mencapai Rp 3 Miliar.

Besarnya kerugian negara pada kasus dugaan korupsi yang terjadi pada kegiatan pengadaan alat kesehatan kedokteran dan KB TA 2012, dengan sumber dana yang berasal dari APBD-TB dengan DIPA No. 3230/024-04.4.01/02/2012 tanggal 22 Mei 2012 sebesar Rp 23 Miliar tersebut, diperkirakan senilai Rp 10M.

Sebelumnya, Kasubbid Pengelola Informasi dan Data (PID) Humas Polda Sumuut AKBP MP Nainggolan menjelaskan, bahwa dalam penanganan kasus ini penyidik Ditreskrimsus telah mengambil langkah-langkah, yakni melakukan penyitaan dokumen serta surat-surat yang berhubungan dengan perkara tersebut. Selain itu juga telah melakukan penggeledahan sebuah rumah atau toko milik JW, salah satu rekanan yang memenangkan pengadaan), di kompleks Millenium Indah Blok B-22 Jalan Setia Luhur Medan, pada tanggal 28 Februari lalu.

Dikatakanya, terkait dengan kasus ini, Dit Reskrimsus Polda Sumut juga telah melakukan pemblokiran terhadap empat nomor rekening dari perusahaan rekanan Dinas Kesehatan Labusel tersebut.

"Keempat rekening itu milik JW, JT, TN dan R," kata Nainggolan.

Ia juga menjelaskan, selain itu penyidik telah melakukan penyitaan barang Alkes dari tiga Puskesmas di Labusel.

Tak hanya itu, penyidik Ditreskrimsus  juga telah melakukan penggeledahan rumah JT, salah seorang rekanan di Dinas tersebut.

"Sebelumnya enam saksi dari Dinas Kesehatan Labuhanbatu sudah diperiksa," imbuhnya.

Kepala Dinas Kesehatan Labuhanbatu Dr Rusman Lubis diketahui sudah beberapa kali menjalani pemeriksaan untuk dimintai keteranganya atas kasus korupsi tersebut.

Tersangka dalam kasus ini dijerat Pasal 2 (1) sub Pasal 3 UU Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU No 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi dan atau pasal 3 sub 4 lebih pasal sub Pasal 5 (1) UU No 8 tahun 2010, tentang pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang Yo Pasal 55, 56 KUHPidana, dengan ancaman kurungan minimal 1 tahun penjara dan maksimal 20 tahun penjara. (fer/tribun-medan.com)

Penulis: Feriansyah
Editor: Muhammad Tazli
Sumber: Tribun Medan
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas